Inovasi Gerabah Miring di Klaten Gaet Wisatawan dan Dukung Ekonomi Hijau

Tim UMS dampingi pengrajin gerabah di Desa Melikan Klaten
Sumber :

KLATEN, VIVAJogja- Keberadaan sentra gerabah berbahan tanah liat yang terus terjaga di Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah, menjadi bukti bahwa warisan lokal tidak harus dikubur oleh modernitas. 

img_title 92 Sekolah Rusak di Klaten Dipermak Ulang Kemendikdasmen, Segini Total Anggarannya

Justru, dengan pendekatan yang tepat, budaya kearifan lokal itu bisa menjadi aset ekonomi lokal. yang berkelanjutan bagi warga desa. Pembuatan gerabah di Desa Melikan selama ini menggunakan teknik unik yakni 'Putaran Miring'. 

Pengrajin gerabah dapat bantuan meja putar dan mesin penggiling

Photo :
  • -

img_title Danone SN Indonesia Resmikan PLTS Atap di Pabrik Prambanan, Dukung Target Energi Terbarukan Nasional

Teknik memproduksi gerabah yang mayoritas dikerjakan oleh sejumlah pengrajin perempuan ini, konon sarat filosofi untuk menghormati mereka. 

Proses pembuatan gerabah tanah liat yang selama ini dianggap biasa, dipoles menjadi magnet wisata di Desa Melikan.

img_title Operasi Senyap BPOM dan Polda Jateng di Kudus, Warga Kaget Rumah Tetangganya Sarang Gudang Jamu Ilegal

Kehadiran sentra kerajinan gerabah yang masih bertahan buah ketekunan, kesabaran dan sentuhan seni otodidak ini, juga menjadi ruang belajar serta simbol transformasi sosial.

Tak mengherankan jika seni tradisional warisan nenek moyang itu, kembali bangkit dari Desa Melikan hingga menjadi sorotan nasional. Hal ini berkat inovasi unik dalam dunia produksi kerajinan gerabah. 

Potensi sentra kerajinan gerabah tanah liat di Desa Melikan ini, juga memantik kepedulian tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). 

Tim pengabdian masyarakat dari UMS yang dipimpin oleh Prof. Ir. Agus Dwi Anggono, ST., M.Eng., Ph.D, serius melakukan pendampingan dan pengembangan kepada para pengrajin gerabah di desa setempat. 

Teknik pembuatan gerabah menggunakan putaran miring serta diklaim hanya ada satu-satunya di Indonesia, diangkat oleh Tim Pengabdian UMS melalui Program Pengabdian Desa Binaan (PDB) tahun ke-2. 

Pendampingan yang dilakukan Tim Pengabdian UMS menginjak tahun kedua di Desa Melikan, kata Agus, diproyeksikan menjadi kekuatan utama dalam pengembangan desa wisata berbasis edukasi, budaya dan lingkungan.

"Program ini menjadi nyata berkat kerja sama erat antara masyarakat, pengrajin lokal, dan tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Surakarta," ujar Prof. Agus pada Senin (29/9/2025). 

Melalui Program Pengabdian Desa Binaan UMS tahun ke-2 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, tim yang dipimpin Agus berhasil mengintegrasikan nilai budaya dengan inovasi teknologi. 

Halaman Selanjutnya
img_title