Pergaulan Bebas dan Orang Tua Dikambinghitamkan, Pemicu Meroketnya Jumlah Remaja di Jateng Pengidap HIV

KPA Jateng mengganjar penghargaan kepada institusi pencegahan HIV Aids
Sumber :

KUDUS, VIVAJogja- Kasus HIV masih seperti fenomena gunung es. Yakni jumlah penderita yang terdata baru permukaan, padahal jumlah sebenarnya jauh lebih besar. Karena itu, perlu strategi menemukan sebanyak mungkin kasus untuk memutus mata rantai penularan virus mematikan ini.

img_title Pengangguran Sarjana Membengkak, Dunia Pendidikan Dinilai Belum Selaras dengan Industri

Realitas nyata itu diungkapkan Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Jawa Tengah, dr. Irma Makiah, dihadapan peserta Rapat Koordinasi KPA Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di @Hom Hotel Kudus pada 29–30 September 2025.

Rapat KPA kabupaten se Jateng dari lintas lembaga di Hom Hotel Kudus

Photo :
  • -

img_title BSN Tetapkan SNI G2R Tetrapreneur, Gotong Royong Jadi Standar Nasional Wirausaha

“Tiga hal utama yang perlu kita dorong adalah zero infeksi baru, zero kematian akibat HIV, dan zero stigma," ujar Irma dalam pertemuan yang dihadiri pemerintah provinsi, kabupaten/kota, rumah sakit, perusahaan, dunia pendidikan hingga masyarakat untuk memperkuat langkah menekan penularan HIV/AIDS.

Irma menyebut, salah satu langkah yang dilakukan dengan menyasar remaja melalui integrasi program kesehatan mental di sekolah. Banyak kasus berawal dari ketidaknyamanan di rumah, sehingga remaja mencari pelarian ke pergaulan berisiko.

img_title BIAS di SD N Kebonharjo, Upaya Wujudkan Generasi Sehat dan Tangguh

Menurut Irma, kasus HIV di kalangan remaja menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Meski banyak baru terdeteksi saat usia produktif, penularannya kerap terjadi sejak remaja.

“Karena itu, pencegahan dini HIV sangat penting," pinta Irma.

Irma berharap dalam pertemuan koordinasi ini, memperkuat komitmen daerah bersama-sama mencapai target Triple Zero 2030. Selain itu, memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat.

Di sisi lain, Asisten I Setda Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar juga mengapresiasi Kabupaten Kudus yang konsisten berada di jajaran lima besar daerah dengan capaian kesehatan terbaik.

Iwanuddin menilai bahwa capaian itu lahir dari komitmen kepala daerah, dukungan organisasi perangkat daerah, dunia usaha dan partisipasi masyarakat Kota Kudus.

“Jawa Tengah menargetkan triple zero pada 2030, yakni zero infeksi baru, zero kematian akibat HIV/AIDS, dan zero stigma. Pola kolaborasi seperti ini menjadi kunci untuk mencapai target tersebut,” tukas Iwanuddin. 

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. 

“Seluruh unsur mulai dari pemerintah, rumah sakit, dunia pendidikan, hingga perusahaan harus bergerak bersama. Harapannya, penyebaran HIV/AIDS bisa semakin dipersempit, baik di Kudus maupun di Jawa Tengah,” ujar Samani.

Halaman Selanjutnya
img_title