Megawati Soekarnoputri Tanam Pohon Bodhi di UGM: Serukan Riset, Inovasi, dan Kepedulian Lingkungan

Megawati Soekarnoputri mencoba persilangan anggrek di UGM
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani

 

img_title Gotong Royong Bedah Rumah di Semaki, Pemkot Yogyakarta Teguhkan Solidaritas Warga

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, menghadiri Workshop Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Masa Depan Berkelanjutan di Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Rabu (1/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Megawati menyampaikan pidato inspiratif yang menyoroti pentingnya peran perempuan, riset, dan pelestarian lingkungan hidup.

img_title Tiga Dekade Kudatuli: PDI Perjuangan DIY Gelar Panggung Rakyat dan Renungan Demokrasi

Kegiatan diawali dengan penanaman pohon Bodhi di halaman Balairung UGM, yang dilakukan Megawati bersama Rektor UGM Prof Ova Emilia. Pohon Bodhi dipilih sebagai simbol kebijaksanaan dan komitmen terhadap pelestarian alam, sebagaimana pernah dilakukan oleh Presiden pertama RI, Bung Karno.

“Kenapa pohon Bodhi? Karena kita harus mengedepankan riset dan inovasi. Bangun kesadaran seluruh anak bangsa untuk optimalkan produk pengetahuan kita,” ujar Hasto Kristiyanto, Sekjen PDI Perjuangan yang turut mendampingi Megawati.

img_title Baguna PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana di Sungai Gajahwong

Megawati juga menyempatkan diri menyiram dan menguruk pohon yang ditanam, sebagai bentuk simbolis kepedulian terhadap bumi dan masa depan generasi mendatang.

Dalam pidatonya, Megawati menegaskan bahwa perempuan Indonesia harus percaya diri dan berani mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa. Ia mengungkapkan bahwa meskipun banyak yang meragukan kapasitasnya, ia tetap konsisten membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin dan berkontribusi.

Megawati juga menyoroti isu perubahan iklim dan ancaman terhadap pulau-pulau kecil di Indonesia. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kedaulatan wilayah dan mengapresiasi Deklarasi Djuanda yang memastikan pulau-pulau Indonesia tetap diakui meskipun tertutup air.

“Pulau kita ada 17.000, jangan sampai tenggelam. Kalau hilang, secara politik bisa diambil negara lain,” tegas Mega dan karena itu, dia telah meminta Brin untuk Kembali mendata kembali pulau-pulau.

Megawati juga sempat menyatakan, pernah menimbun Pulau nipah karena dianggap akan tenggelam, “Karena dekat garis batas dengan Singapura. Saya takut pulau itu tenggelam. Tapi sekarang dijaga oleh TNI. Bayangkan, kalau kita tidak peduli, apa yang akan terjadi?

Mega melanjutkan, jika generasi muda tidak peduli dengan kondisi bangsanya, Indonesia bisa kehilangan kemerdekaannya. “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi saya ingin melihat kalian berani menjawab, Mau diapakan Republik kita tercinta ini?” ucap Mega.

Halaman Selanjutnya
img_title