Kick-Off Bulan Wakaf DIY 2025: Kulonprogo Menuju Kota Wakaf

Kick-Off Bulan Wakaf DIY 2025 di Kulonprogo
Sumber :
  • Humas Pemkab Kulonprogo

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kemenag DIY) resmi menggelar Kick-Off Bulan Wakaf DIY 2025 di Kebun Kelengkeng Wakaf Produktif, Padukuhan Granti Wetan, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Rabu (1/10/2025).

img_title Penghulu Kulonprogo Teguhkan Integritas, Kemenag Dorong Pelayanan Publik Bersih

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian program Bulan Wakaf yang berlangsung sepanjang Oktober 2025, sekaligus mendukung penetapan Kulonprogo sebagai salah satu dari sepuluh kabupaten/kota di Indonesia yang memenuhi syarat sebagai Kota Wakaf.

“Alhamdulillah, Kulonprogo menjadi satu dari sepuluh daerah yang ditetapkan sebagai kota wakaf. Ini menjadi kebanggaan dan sekaligus tanggung jawab kita untuk mengelola wakaf secara optimal,” ujar Ketua Panitia, Nurhuda, dalam laporannya.

img_title Seratus Petani Kulonprogo Ikuti Pelatihan Pencampuran Pestisida Aman

Ia memaparkan empat program utama yang akan dijalankan selama Bulan Wakaf, yaitu peningkatan literasi wakaf, penguatan kapasitas SDM wakaf, optimalisasi pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf, serta gerakan wakaf uang.

Salah satu program unggulan yang menjadi ciri khas Kulonprogo adalah Kampung Zakat Plus Plus (Zakat++), yang mengusung semangat inklusivitas dengan melibatkan partisipasi lintas agama. “Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi pemeluk Islam, tetapi juga melibatkan umat agama lain,” jelas Nurhuda.

img_title Pemkab Kulonprogo dan Baznas Siapkan Strategi Permanen Atasi Krisis Air Bersih

Bulan Oktober dipilih sebagai Bulan Wakaf karena bertepatan dengan hari lahir Undang-Undang Wakaf pada 27 Oktober.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengangkat potensi wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. “Wakaf bukan hanya tentang tanah makam atau bangunan masjid. Hari ini kita saksikan bagaimana wakaf bisa menjadi penggerak ekonomi, seperti yang kita lihat di Kebun Kelengkeng ini,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan wakaf secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan. “Bulan Wakaf ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa wakaf dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Ahmad juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 11.000 bidang tanah wakaf di DIY yang berpotensi dikembangkan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi. “Wakaf tidak hanya untuk umat Islam, tetapi untuk seluruh umat demi kemaslahatan bersama. Mari kita hilangkan sekat-sekat dan bersama memajukan Indonesia tanpa membedakan agama,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title