Libatkan Platform Jobcity, Wabup Kudus: Job Fair Biasanya Formalitas dan Hasilnya Tidak Jelas
KUDUS, VIVAJogja- Agenda job fair kerap dianggap hanya sekadar kegiatan seremonial dan formalitas saja. Sebab selama ini, banyak berkas lamaran perkerjaan dari pelamar hanya ditumpuk serta tidak jelas tindak lanjutnya.
Karena itu, Pemkab Kudus menggelar job Fair Kudus 2025 berbeda dari pelaksanaan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kudus menggandeng platform digital Jobcity.id.
Wabup Bellinda gandeng platform digital job fair di Kudus.
- -
Keterlibatan platform digital Job city ini, maka para pelamar tidak hanya menyerahkan berkas saja. Namun bisa langsung menjalani walk-in interview dengan perusahaan yang dituju.
"Sistem baru ini dirancang agar job fair lebih transparan dan tepat sasaran. Biasanya job fair hanya formalitas, kumpul CV, tapi hasilnya tidak jelas, " terang Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton pada Kamis (4/10/2025).
Bellinda menyebut bahwa penyelenggaran job fair tahun ini lebih transparan dengan sistem digital. Pendaftaran bisa dilakukan secara online, lalu saat hari H langsung ada walk-in interview.
Melalui aplikasi Jobcity.id, pencari kerja dapat mendaftar lebih dulu secara daring. Selama sembilan hari masa pendaftaran, perusahaan akan menyeleksi kandidat sesuai kebutuhan.
Saat pelaksanaan job fair pada 10–11 Oktober 2025 di Gedung Graha Mustika Kudus, para pelamar yang lolos dan sesuai kriteria perusahaan bisa langsung diwawancarai di ruang khusus walk-in interview yang telah disiapkan.
Bellinda menilai cara tersebut membuat proses rekrutmen lebih efisien. Perusahaan tidak hanya hadir secara formalitas di lapak job fair, namun benar-benar membuka kesempatan kerja.
“Dengan sistem ini, perusahaan tinggal memilah kandidat yang sesuai. Jadi ketika hari H, mereka sudah siap melakukan interview langsung dengan pelamar. Transparansinya jelas, dan peluang bagi pencari kerja lebih nyata,” terangnya.
Bellinda menyebut langkah ini juga menjadi bukti sinergi Pemkab Kudus dengan pihak swasta. Tidak seluruhnya dibiayai APBD, melainkan hasil kerja sama dengan mitra, termasuk startup yang bergerak di bidang ketenagakerjaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa agenda pemerintah bisa bersinergi dengan pihak swasta, asalkan relevan dan membawa manfaat. Konsep ini juga sekaligus mengurangi penggunaan kertas karena sistemnya paperless,” imbuhnya.