Revegetasi Menoreh Sasar 459 Hektare Lahan Kritis, Demi Ketahanan Air Kawasan Borobudur
PURWOREJO, VIVAJogja - Program revegetasi Menoreh seluas 459 hektare di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, resmi dimulai. Kegiatan ini diapresiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah.
Program ini dinilai strategis untuk memulihkan lahan kritis, serta mendukung kawasan super prioritas nasional (KSPN) Borobudur.
Revegetasi Menoreh dilaksanakan oleh PT Tunas Inti Abadi (TIA) melalui penanaman 91.915 batang pohon dengan pendekatan pengkayaan jenis (enrichment planting) berbasis Multipurpose Tree Species (MPTS).
Revegetasi Menoreh dilaksanakan PT Tunas Inti Abadi
- -
Lokasi revegetasi tersebar di 40 desa yang berada di enam kecamatan, yakni Bagelen, Bener, Gebang, Kaligesing, Loano, dan Purworejo.
"Kami mengapresiasi kegiatan revegetasi Menoreh ini karena sejalan dengan prioritas pemerintah Jawa Tengah dalam penanganan lahan kritis dan peningkatan produktivitas lahan masyarakat," ujar Kepala Bidang Pengolahan DAS dan Konservasi Sumber Daya Alam DLHK Jateng, Sugiharto, usai penanaman perdana, Senin (06/10/2025).
Menurut Sugiharto, keberhasilan revegetasi Menoreh akan memberikan dampak positif terhadap ketahanan air, pengurangan risiko bencana, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Lebih jauh, kegiatan ini juga merupakan implementasi arahan Presiden RI terkait pelestarian KSPN Borobudur.
"Menoreh adalah bagian dari lanskap Borobudur. Jika kawasan ini tidak dihijaukan, maka akan berdampak langsung pada kelestarian dan daya dukung lingkungan KSPN Borobudur," tegasnya.
Selain revegetasi Menoreh, PT TIA juga telah melaksanakan program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) dengan skema agroforestri seluas 520 hektare selama 2021–2024.
Lokasinya tersebar di empat kecamatan, yaitu Bagelen, Bener, Kaligesing, dan Loano, dengan jumlah tanaman mencapai 208.000 batang.
Program ini tidak hanya mencakup penanaman, namun juga menyasar perawatan, verifikasi pemangku kawasan, hingga pengembangan kegiatan sosial ekonomi berbasis kehutanan.
DLHK Jateng menekankan pentingnya kesinambungan program hingga ke tahap pemeliharaan dan pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan.
"Harapan kami kegiatan revegetasi Menoreh tidak berhenti di penanaman saja. Harus ada pemeliharaan dan pemanfaatan berkelanjutan agar manfaat langsung dirasakan masyarakat," kata Sugiharto.
Perwakilan PT TIA, Setiaji Triatmaja, menjelaskan bahwa penanaman pohon di revegetasi Menoreh merupakan bagian dari kewajiban reklamasi atas lahan yang terganggu akibat aktivitas pertambangan di Kalimantan Selatan.