Sendang Dowangan, Jejak Selir Keraton Yogyakarta yang Jadi Prioritas DPRD dan Pemkab Sleman

DPRD Sleman dan Pemkab kunjungi Sendang Dowangan Gamping
Sumber :
  • IST

SLEMAN, VIVA Jogja  – Di sudut barat Padukuhan Dowangan, Kalurahan Banyuraden, Gamping, Sleman, mengalir kisah yang lebih tua dari beton-beton kota.

img_title Semarak HUT RI di Pasar Godean, Momentum Kebangkitan Pasar Rakyat Sleman

Sendang Dowangan, sumber air alami yang diyakini sebagai tempat pemandian para emban dan selir Keraton Yogyakarta, kini hidup sebagai simpul sejarah dan spiritualitas warga.

Bagi masyarakat Dowangan, air sendang bukan sekadar sumber kehidupan, tapi juga pengikat masa lalu yang terus berdetak dalam keseharian modern.

img_title PSS Sleman Perkenalkan Jersey dan Skuad Baru, Optimisme Bangkit di Super League 2026/2027

Sesepuh Dukuh Dowangan, Srijono, menuturkan kisah yang diwarisi dari generasi ke generasi.

“Saya meneruskan bapak saya. Dulu beliau pamong di magersari, lalu ditunjuk keraton untuk merawat sendang ini. Itu lewat surat kekancingan resmi dari keraton,” ujarnya sambil menatap permukaan air yang tenang.

img_title Kemarau Panjang Picu Lonjakan Kasus ISPA di Sleman, Dinkes Imbau Warga Jaga Imunitas

Sendang yang Diselamatkan dari Jalan Tol

Tak banyak yang tahu, sendang ini pernah berada di ujung ancaman pembangunan jalan tol.

Trase proyek yang sempat melintas di kawasan tersebut akhirnya dialihkan setelah adanya perintah langsung dari Keraton Yogyakarta.

“Sepuluh meter dari sendang tidak boleh ada bangunan, ini perintah dari keraton,” tegas Srijono.

Bahkan, ketika sebuah perusahaan air minum pernah bermaksud memanfaatkan sumber airnya, warga serempak menolak.

“Air ini untuk masyarakat, bukan untuk dijual,” tambahnya mantap.

Jejak Spiritual dan Ekonomi Warga Dowangan

Hingga kini, setiap malam Jumat Kliwon, sendang menjadi tempat tirakatan dan tetirah.

Bagi sebagian warga, nenepi di sendang adalah cara menemukan kedamaian dan keyakinan bahwa doa mereka akan dikabulkan.

Namun sendang juga memberi manfaat ekonomi yang nyata.

Kepala Dukuh Dowangan, Handoko, menyebut air sendang digunakan untuk kolam pemancingan dan kolam renang anak-anak, yang menjadi sumber penghasilan warga sekitar.

“Kami bersyukur dengan adanya situs ini. Kemarin kami juga mengadakan acara ‘asok gelondong pengareng-areng’ sebagai bentuk syukur kepada pihak keraton,” jelasnya.

Handoko menegaskan bahwa warga berkomitmen menjaga kelestarian sendang agar tidak surut atau tercemar.

“Kami ingin anak-anak nanti masih bisa padusan di sini, merasakan air yang sama seperti para leluhur,” katanya.

Seni Karawitan, Nafas Tradisi yang Terus Dihidupkan

Halaman Selanjutnya
img_title