Batang susuri Akar Sejarah Bersama Kasultanan Yogyakarta

Bupati dan tokoh masyarakat Batang sowan Sultan HB X
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

 

img_title 779 Gram Sabu Senilai Rp1,16 Miliar Digagalkan Polresta Batang, Seorang Kurir Ditangkap

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat upaya pelestarian sejarah dan identitas budaya daerah melalui kunjungan resmi Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, beserta sejumlah tokoh masyarakat, kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pertemuan yang berlangsung di Gedhong Wilis, kompleks Kepatihan Yogyakarta Senin (13/10/2025), tersebut menjadi momentum strategis dalam menelusuri kembali jejak historis antara Kabupaten Batang dan Kasultanan Yogyakarta, khususnya terkait sosok Ratu Batang dan kontribusinya dalam sejarah Mataram.

img_title ASN Wani Playon Meriahkan HUT ke-81 RI, Pemkab Batang Dorong ASN Melek QRIS

Kunjungan ini menjadi bagian dari inisiatif strategis Pemkab Batang untuk menelusuri jejak Ratu Batang, seorang tokoh yang dalam catatan sejarah disebut pernah menikah dengan Sultan Agung dan dimakamkan berdampingan di Imogiri. “Kami ingin memahami lebih dalam peran Batang dalam sejarah Mataram, termasuk kontribusi Ratu Batang dalam konteks budaya dan politik masa itu,” ujar Bupati Batang, Faiz Kurniawan.

Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan menyatakan dukungannya terhadap rencana riset sejarah yang diinisiasi Batang. Ia mendorong kolaborasi antara Dinas Kebudayaan DIY dan Pemkab Batang untuk membuka akses literatur dan arsip sejarah yang relevan. Bahkan, Sri Sultan menitipkan pesan agar tim riset Batang juga menelusuri dokumen sejarah hingga ke luar negeri, termasuk Belanda.

img_title Hidupkan Lagi “Emas” Kopi Tombo Batang, 5.400 Bibit Arabika Disalurkan ke Petani

“Beliau menyarankan agar kami menggali literatur yang mungkin tersimpan di luar negeri, terutama yang berkaitan dengan Mangkubumi dan sejarah Batang secara umum,” jelas Faiz.

Menghidupkan Kesadaran Sejarah

Lebih dari sekadar penelusuran akademik, Faiz menekankan pentingnya membangun kesadaran sejarah di tengah masyarakat. Ia berharap, pemahaman yang lebih utuh terhadap asal-usul Batang dapat memperkuat jati diri warga dan menjadi fondasi dalam membangun masa depan.

“Kami ingin belajar dari Kasultanan Yogyakarta tentang bagaimana sejarah bisa menjadi bagian dari identitas kolektif masyarakat. Ini penting untuk membentuk karakter daerah yang kuat,” tuturnya.

Sebagai bentuk penghormatan dan upaya mempererat hubungan historis, Pemkab Batang turut mengundang Sri Sultan untuk hadir dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Batang. Faiz mengingatkan bahwa Sri Sultan pernah mengunjungi Batang pada 2013, dan berharap kehadiran beliau kembali dapat memperkuat ikatan kultural yang telah terjalin sejak lama.

Halaman Selanjutnya
img_title