Pasar Godean Reborn: Modern, Elegan, tapi Tetap Menyimpan Jiwa Tradisional
- Youtube/Sleman TV
SLEMAN, VIVA Jogja – Pasar Godean di Kabupaten Sleman kini menjelma menjadi ikon baru ekonomi rakyat dengan wajah modern yang menawan tanpa kehilangan ruh tradisionalnya.
Setelah puluhan tahun berdiri sejak era 1980-an, pasar ini akhirnya selesai direvitalisasi dan siap menyambut pedagang serta pengunjung dengan suasana segar.
Anggota Badan Anggaran sekaligus Komisi C DPRD Sleman, Ismi Sutarti, mengatakan bahwa konsep baru pasar ini merupakan hasil perpaduan modernitas dan kearifan lokal yang cermat.
“Pasarnya sekarang konsep outdoor, jadi dari luar bisa langsung melihat aktivitas di dalam. Kalau malam hari, dengan penerangan maksimal, lantai tiga terlihat sangat indah,” ujarnya di talkshow Wedangan Sembada di Sleman TV.
Ismi menjelaskan, revitalisasi Pasar Godean bukan hanya mempercantik fisik, tetapi juga memperkuat karakter sosial ekonomi masyarakat.
Area tempat duduk di sekeliling pasar kini memberi ruang santai bagi pengunjung, sementara bagian atap atau rooftop disiapkan untuk area tambahan pedagang.
“Konsepnya kekinian untuk menarik anak muda supaya gemar belanja di pasar tradisional,” tambahnya.
Meski wajahnya modern, Ismi menegaskan bahwa roh pasar tradisional tetap dipertahankan.
Aktivitas tawar-menawar, yang menjadi budaya utama pasar, tidak akan dihapus meski pembayaran digital seperti QRIS kini diterapkan.
“Seni belanja di pasar itu ya di tawar menawarnya. Kami ingin itu tetap hidup,” katanya.
Selain itu, pedagang juga akan mendapatkan pelatihan digital marketing agar bisa bersaing di era jualan daring.
“Pedagang juga dibekali kemampuan berjualan online agar bisa menyesuaikan perkembangan zaman,” ujar Ismi.
Koordinasi lintas dinas pun terus dilakukan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman bertanggung jawab menjaga kebersihan pasar, sementara Disperindag membina para pedagang agar tetap tertib dan berdaya saing.
“Kami percaya DLH dan Disperindag bisa menjaga pasar ini tetap bersih dan nyaman,” kata Ismi optimistis.
Senada dengan itu, anggota Komisi C DPRD Sleman, Nila Rifianti, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawasi agar revitalisasi pasar tidak merugikan pedagang.
“Kami berharap para pedagang nyaman berdagang di pasar baru ini. Bangunannya bagus, bersih, dan bisa menarik pembeli. Itu yang utama,” tegasnya.