Cuaca Ekstrem Produksi Cabai di Kulonprogo Menurun
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Hujan yang terus terjadi di Kulonprogo akhir-akhir ini berdampak pada penurunan produksi cabai.
Ketua Asosiasi Petani Cabai Kulonprogo 'Champion Cabai', Sukarman, mengatakan curah hujan yang tinggi sejak Oktober mengakibatkan cabai cepat membusuk bahkan bunga calon buah rontok.
"Memasuki musim hujan kendalanya cuaca agak ekstrem, banyak cabai dibuang di pinggir jalan pengaruh curah hujan tinggi. Cabai kalau kena hujan membusuk sebelum dipetik. Bahkan yang masih hijau, calon bakal buah juga rontok karena curah hujan sangat tinggi," terang Sukarman di sela kegiatan Panen Raya Cabai Pesisir di Trisik Banaran Galur Kulonprogo, Kamis (13/11/2025).
Sukarman menyebut para petani sudah melakukan berbagai upaya menangani serangan hama di musim hujan dengan melakukan penyemprotan pestisida maupun fungisida.
"Upayanya petani ya kita penyemprotan melalui menggunakan fungisida maupun pestisida. Tapi ini juga hanya bisa mengurangi. Karena cuaca ini susah untuk dikendalikan," imbuhnya.
Penurunan produksi dimungkinkan terjadi di semua sentra cabai. Sehingga nanti bulan Desember ini pasti akan terjadi kekurangan cabai.
"Teman-teman dari sentra-sentra cabe itu ada keluhan terutama antraknosa, jamur, patek istilahnya. Itu di mana-mana sudah. Fusarium layu di akarnya. Itu yang nanti akan berdampak pada pengurangan produktivitas cabe kita secara nasional," lanjut Sukarman.
Penurunan produksi cabai dampak cuaca ekstrem saat ini bisa mencapai 30 persen. "Itu untuk semua jenis cabai terdampak. Penurunannya bisa sampai 30% saat ini," imbuhnya.
Produksi cabai pesisir selatan Kulonprogo dikirim ke berbagai daerah terutama Jakarta. "Jadi kita mau jual, panen kita seleksi yang jelek langsung kita singkirkan, yang baik kita kemas bawa ke Jakarta. Yang jelek langsung dibuang. Tadi malam sekitar ada 15-an ton kita kirim terutama ke Kramat Jati, Tanah Tinggi, sama Cibitung itu yang utama. Sebagian ke Palembang dan Padang," pungkasnya.