Mengenang Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur dalam sebuah Diskusi Publik
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Menyambut gelar Pahlawan Nasional kepada KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DIY menggelar acara tasyakuran sekaligus diskusi publik bertajuk “Mengenang Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur” di Kantor DPW PKB DIY, Rabu malam lalu.
Acara ini menjadi momentum reflektif sekaligus afirmatif atas kontribusi Gus Dur dalam membangun fondasi demokrasi, pluralisme, dan kemanusiaan di Indonesia. Dihadiri oleh tokoh lintas agama, akademisi, politisi, aktivis, dan masyarakat umum, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan gagasan dan penghormatan terhadap warisan pemikiran Gus Dur yang melampaui batas-batas sektarian.
Ketua DPW PKB DIY H Agus Sulistiyono, menyampaikan rasa syukur atas keputusan pemerintah yang menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur. Ia menyebut keputusan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah berani dan tepat, yang mengafirmasi peran Gus Dur sebagai “guru bangsa, bapak pluralisme, dan bapak demokrasi.”
“Kita semua patut bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah saat ini, khususnya Presiden Prabowo Subianto, yang telah memberikan penghargaan tertinggi kepada K.H. Abdurrahman Wahid. Ini adalah hasil perjuangan panjang yang berjalan mulus tanpa polemik,” ujar Agus Sulistiyono.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), yang secara konsisten mengawal usulan tersebut hingga tuntas. “Alhamdulillah, prosesnya cukup panjang, dan yang membanggakan, tidak ada polemik. Semua pihak menerima dengan lapang dada,” tambahnya.
Warisan Pemikiran Gus Dur
Diskusi publik yang dipandu oleh Sekretaris DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda. Wawan Mas’udi (Dekan FISIPOL UGM), Dr KH Ahmad Zuhdi Muhdlor (Ketua PWNU DIY), dan Dr Romo Martinus Joko Lelono (Imam Projo Keuskupan Agung Semarang).
Umaruddin membuka diskusi dengan menegaskan bahwa Gus Dur telah lama diakui sebagai tokoh penting dalam perjuangan hak asasi manusia dan pluralisme. “Beliau pernah disebut sebagai pahlawan HAM dan pahlawan pluralisme. Dunia mengakui keberanian dan ketulusannya dalam membela yang lemah,” ujarnya.