Kampus di Yogya Ringankan Beban Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatra

Banuan beras dari Pemda DIY ke asrama mahasiswa asal Sumatera
Sumber :
  • Dok Humas Pemda DIY

img_title Kreativitas Daur Ulang Warnai Karnaval HUT ke-270 Kota Yogyakarta

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Imbauan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X agar perguruan tinggi di Yogyakarta membantu mahasiswa yang keluarganya terdampak banjir di Sumatra dan Aceh mendapat respons positif. Sejumlah kampus langsung menyalurkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari keringanan biaya kuliah hingga dukungan biaya hidup, sebagai wujud kepedulian dan solidaritas.

Dalam pernyataannya di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa (9/12), Sultan menegaskan bahwa tradisi Yogyakarta adalah membantu mahasiswa dari daerah yang sedang dilanda bencana. Menurutnya, banyak orang tua mahasiswa yang kehilangan sumber penghasilan sehingga tidak mampu lagi mengirimkan biaya hidup maupun biaya pendidikan. “Jogja mesti membantu mahasiswa yang kebetulan di tempatnya ada bencana. Selama ini sudah selalu kita lakukan,” ujar Sultan.

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

Bantuan yang diminta mencakup keringanan biaya kuliah serta dukungan biaya hidup. Sultan menjelaskan, bantuan biaya hidup biasanya diberikan selama delapan bulan, namun dapat diperpanjang bila mahasiswa masih menghadapi kesulitan. Ia berharap kampus segera mendata mahasiswa terdampak agar bantuan tepat sasaran dan pendidikan mereka tetap berlanjut.

Respons Kampus

img_title Malam Kebangsaan di Balai Kota Yogya Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan pembebasan SPP minimal satu semester, dengan kemungkinan diperpanjang hingga mahasiswa menyelesaikan studi bila kondisi keluarga sangat berat. “Jika orang tua tidak punya penghasilan lagi, rumah hilang, atau lahan pertanian rusak, maka kita usahakan minimal satu semester gratis. Dalam kasus tertentu bisa sampai lulus,” kata Rektor UMY, Achmad Nurmandi.

Universitas Islam Indonesia (UII) menyalurkan bantuan berlapis, mulai dari biaya hidup Rp400 ribu per bulan selama tiga bulan untuk kategori sangat berat, hingga pembebasan SPP sampai lulus. Untuk kategori berat, UII memberikan bantuan Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan serta pembebasan SPP selama satu tahun. Kategori sangat berat mencakup kondisi penopang biaya pendidikan yang meninggal dunia atau hilangnya sumber nafkah utama keluarga.

Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan keringanan UKT pada semester mendatang serta pembebasan sejumlah biaya lain. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) masih melakukan pendataan mahasiswa terdampak dan menyiapkan skema bantuan sesuai kebutuhan. UPN Veteran Yogyakarta membebaskan UKT Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, sementara UIN Sunan Kalijaga memberikan keringanan UKT disertai bantuan biaya lain di luar UKT.

Halaman Selanjutnya
img_title