Drone AI UMY Dinobatkan sebagai Tim Paling Potensial di Kompetisi Nasional

Drone AI UMY Tim Paling Potensial di Kompetisi Nasional
Sumber :
  • Dok Humas UMY

BANTUL, VIVA Jogja – Tim Al-Mubarok yang bernaung di bawah Microcontroller Robotic Club (MRC UMY) berhasil meraih penghargaan The Best Potential Team dalam ajang Kompetisi Inovasi Drone Nasional (KIDN) 2025 yang digelar di Lapangan Bola Aldiron, Jakarta. Penghargaan ini diberikan atas inovasi sistem pengiriman barang menggunakan drone berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dinilai memiliki prospek pengembangan sangat menjanjikan.

img_title Inovasi Anak Panti Muhammadiyah, Madu Surya Asy-Sifa Jadi Bukti Kemandirian di Tengah Kota

Tim Al-Mubarok terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro UMY, yakni Syaiban Al Basith dari angkatan 2023 yang bertindak sebagai ketua tim, bersama dua rekannya dari angkatan 2024, Maulana Rifky Ramadhani dan Ravid Eka Adiprana. Mereka mendapat pendampingan intensif dari dosen Rama Okta Wiyagi, S.T., M.Eng., Ph.D., serta dukungan teknis dari Bintang Surya Tryatmojo, S.T. Kolaborasi erat antara mahasiswa dan pembimbing ini melahirkan inovasi drone dengan kemampuan presisi tinggi dalam menjatuhkan muatan.

Menurut penjelasan Syaiban, keunggulan utama drone yang dikembangkan terletak pada integrasi sistem AI yang memungkinkan proses dropping payload dilakukan dengan tingkat akurasi luar biasa, yakni kurang dari 30 sentimeter dari titik target. Presisi tersebut merupakan hasil perpaduan navigasi GPS yang akurat, desain payload yang aerodinamis, serta sistem telemetri yang mampu mengirimkan data jarak jauh secara stabil. “Integrasi ini membuat drone kami mampu menjatuhkan muatan secara konsisten tanpa gangguan,” ujarnya dalam wawancara daring, Sabtu (20/12/2025).

img_title Majelisdiktilibang PP Muhammadiyah Tantang UMUKA Pasang Target Besar: Kalau Tak Ada Target Angka, Kita Tidur

Meski berhasil meraih penghargaan, perjalanan tim tidak lepas dari tantangan. Mereka sempat menghadapi keterbatasan lokasi uji coba dan perizinan terbang yang memerlukan penyesuaian berulang. Namun, kerja keras tersebut akhirnya berbuah manis ketika dewan juri KIDN 2025 menilai sistem AI yang dikembangkan sangat responsif dan layak mendapat predikat tim paling potensial.

Bagi Tim Al-Mubarok, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan pijakan awal untuk riset lebih lanjut. Mereka berkomitmen melanjutkan pengembangan teknologi drone berbasis AI agar dapat diterapkan di berbagai sektor strategis, mulai dari modernisasi pertanian, efisiensi distribusi logistik, hingga pengiriman bantuan dalam kondisi darurat. Dengan capaian ini, UMY kembali menunjukkan kontribusinya dalam melahirkan inovasi teknologi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan masa depan kedirgantaraan Indonesia.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Haedar Nashir: Pendidikan Holistik Muhammadiyah Sapen Universal School Jadi Tonggak Transformasi Nasional