UMY Rescue Layani Masyarakat Sulit Akses Pascabencana Aceh
- Dok Humas UMY
VIVA Jogja - Keterbatasan akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh. Desa Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, menjadi salah satu lokasi yang paling merasakan dampaknya. Jarak fasilitas kesehatan yang cukup jauh membuat warga kesulitan melakukan pemeriksaan rutin, sehingga banyak keluhan medis terlambat ditangani.
Menjawab kondisi tersebut, tim UMY Rescue 2025 hadir dengan pemeriksaan kesehatan perdana di desa tersebut. Kegiatan yang berlangsung mulai Senin (22/12/2025) dilakukan atas rekomendasi Puskesmas Langsa Lama, yang menilai Batee Puteh sebagai wilayah dengan kebutuhan layanan kesehatan mendesak. Tim yang terdiri dari dosen dan tenaga medis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memberikan pemeriksaan fisik bagi orang dewasa, pemeriksaan antropometri pada anak-anak, pengukuran tanda vital, hingga asesmen psikososial.
Shanti Wardaningsih, dosen Keperawatan UMY yang terlibat dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga psikologis dan sosial. Sebanyak 52 warga tercatat menerima layanan, dengan keluhan yang paling banyak ditemukan berupa infeksi saluran pernapasan, diare pada anak, masalah kulit, serta hipertensi pada orang dewasa. Warga yang membutuhkan penanganan lanjutan diberikan edukasi kesehatan, obat-obatan, dan rujukan ke fasilitas medis terdekat.
Tidak berhenti di Batee Puteh, kepedulian tim UMY Rescue 2025 juga berlanjut ke penanganan medis lanjutan bagi korban banjir di wilayah lain. Pada hari yang sama, tim bedah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY menangani kasus patah tulang serius di RSUD Kota Langsa. Pasien laki-laki berusia 35 tahun dari Desa Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat, menjalani operasi pemasangan plate dan screw akibat patah tulang tungkai kanan kominutif.
Operasi tersebut dipimpin oleh dr H. Kuncahyo Kamal Arifin, dosen FKIK UMY sekaligus dokter spesialis ortopedi dan traumatologi. Kasus yang ditangani termasuk neglected fracture, yaitu patah tulang yang tidak segera ditangani sehingga berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti infeksi dan kerusakan jaringan. Melalui tindakan operasi, tim berupaya memperbaiki struktur tulang dan memulihkan fungsi gerak pasien, yang kemudian akan dilanjutkan dengan fisioterapi dan terapi simptomatik.