Strategi Undangan Warga Dongkrak Aktivasi IKD di Yogya
- Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Upaya Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dalam mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) mulai menunjukkan hasil. Strategi baru berupa undangan langsung kepada warga terbukti efektif meningkatkan capaian aktivasi hingga 14,15 persen per akhir Desember 2025.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Dukcapil Kota Yogyakarta, Dyah Intan Usaratri, menjelaskan bahwa metode undangan by name by address diterapkan sejak November lalu. Kemantren Umbulharjo dipilih sebagai lokasi awal karena jumlah penduduknya besar namun capaian IKD masih rendah. “Hasilnya cukup signifikan, dari kurang dari 10 persen naik menjadi 31,47 persen. Metode serupa kemudian diterapkan di Gedongtengen,” ungkap Intan, Selasa (30/12/2025).
Sebelumnya, strategi jemput bola di kelurahan dan kemantren dinilai kurang efektif karena tingkat kehadiran warga rendah. Dengan undangan resmi, warga lebih terarah dan termotivasi untuk melakukan aktivasi. Dukcapil berencana memperluas metode ini ke seluruh kemantren secara bertahap pada 2026, dimulai dari Gondokusuman pada Januari mendatang. Undangan akan disebarkan melalui kelurahan, RT, hingga grup WhatsApp warga.
Meski demikian, layanan aktivasi tetap terbuka bagi seluruh warga di kantor Dukcapil maupun Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Yogyakarta. “Prioritas undangan Januari memang untuk Gondokusuman, tapi warga dari wilayah lain tetap bisa datang sesuai jam kerja,” jelas Intan.
IKD sendiri berfungsi sebagai dompet digital yang menyimpan dokumen kependudukan seperti KTP, KK, KIA, akta kelahiran, hingga biodata WNI. Melalui aplikasi ini, warga dapat mengajukan layanan administrasi secara online tanpa harus datang ke kantor Dukcapil. Layanan yang tersedia antara lain pengajuan kartu keluarga, surat pindah, perubahan data pendidikan, hingga akta kelahiran dan kematian.
Keuntungan lain, persyaratan dokumen lebih sederhana karena data sudah terekam digital. Warga juga bisa mencetak dokumen secara mandiri melalui Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang tersedia di 10 lokasi, termasuk MPP, Taman Pintar, UPT PASTY, serta sejumlah kantor kemantren.
Dukcapil mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan berkedok aktivasi IKD. Aplikasi resmi hanya tersedia di Play Store dan App Store, sementara proses aktivasi harus dilakukan langsung dengan petugas Dukcapil, tidak bisa diwakilkan dan tidak dipungut biaya.