Pemkot Yogyakarta Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana, Warga Diminta Tetap Waspada
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali memperpanjang status siaga darurat bencana banjir, talud longsor, dan cuaca ekstrem. Kebijakan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Nomor 455 Tahun 2025, menyusul intensitas hujan tinggi yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal tahun 2026.
Posko darurat di Jalan Tegalturi menjadi pusat koordinasi utama. Posko ini berfungsi sebagai tempat pelayanan cepat bagi masyarakat yang terdampak bencana, mulai dari banjir, pohon tumbang, hingga talud longsor. Ketua Tim Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo, menegaskan setiap perpanjangan SK selalu diikuti dengan pembentukan posko siaga. “Begitu SK Wali Kota keluar, posko langsung aktif. Masyarakat bisa melaporkan kejadian melalui call center BPBD di nomor +62 811-2828-911,” ujarnya.
Dalam beberapa hari terakhir, meski hujan deras sempat mengguyur, kondisi kota relatif aman. Namun BPBD tetap mengingatkan warga agar tidak lengah. Singgih menekankan pentingnya langkah pencegahan di lingkungan masing-masing, seperti membersihkan saluran air, memangkas pohon rimbun, dan memperbarui informasi cuaca dari BMKG. “Harapan kami masyarakat selalu siaga. Kesiapsiagaan warga adalah kunci agar dampak bencana bisa diminimalisir,” katanya.
BPBD juga melakukan pemantauan rutin dua kali sehari, pukul 09.00 dan 21.00 WIB, dengan melibatkan relawan di tiap wilayah. Laporan kondisi lingkungan dikirimkan ke posko melalui sistem komunikasi terpadu. Sebelumnya, BPBD telah menggelar apel kesiapsiagaan dengan pengecekan personel, peralatan, serta kesiapan seluruh unsur pendukung kebencanaan.
Data BMKG menunjukkan bahwa curah hujan di DIY pada Desember 2025 meningkat hingga 40 persen di atas rata-rata bulanan, dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang masih akan terjadi hingga Januari 2026. Kondisi ini membuat status siaga darurat perlu diperpanjang untuk melindungi warga.
Selain kesiapan teknis, BPBD juga menyiapkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang akan langsung turun ke lokasi begitu laporan masuk. Dalam kasus atap roboh, pohon tumbang, atau talud longsor, TRC ditargetkan tiba di lokasi dalam waktu kurang dari satu jam.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkot berharap masyarakat merasa lebih aman menghadapi musim penghujan dan libur akhir tahun. “Kami ingin memastikan warga terlindungi, wisatawan nyaman, dan kota tetap aman meski cuaca ekstrem melanda,” tutup Singgih.