Pemkot Yogya Prioritaskan Revitalisasi Pasar Kranggan dan Demangan 2026
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran pasar tradisional dengan menyiapkan rehabilitasi Pasar Kranggan dan Pasar Demangan pada tahun 2026. Rencana ini telah masuk dalam usulan sejak 2025, namun baru bisa diproses tahun ini dan kini ditetapkan sebagai prioritas utama.
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menyampaikan bahwa kedua pasar tersebut memiliki peran vital dalam distribusi kebutuhan pokok sekaligus menjadi ruang interaksi sosial warga. Menurutnya, pasar rakyat bukan sekadar tempat jual beli, tetapi juga ruang budaya dan sosial yang harus dijaga keberlangsungannya. “Karena itu, rehabilitasi Kranggan dan Demangan menjadi prioritas,” ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, menjelaskan bahwa Pasar Kranggan yang berada di kawasan Tugu Jogja akan difokuskan pada perbaikan atap, drainase, serta penataan kios agar lebih nyaman bagi pengunjung. Sementara Pasar Demangan, yang dikenal sebagai pusat bahan makanan segar terbesar di kota, akan diarahkan pada modernisasi fasilitas, peningkatan kebersihan, serta penataan ruang agar lebih tertib. “Kami ingin pasar ini tidak hanya fungsional, tetapi juga menarik bagi generasi muda dan wisatawan,” katanya.
Data Dinas Perdagangan menunjukkan bahwa terdapat 30 pasar rakyat di Kota Yogyakarta dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap distribusi kebutuhan pokok harian masyarakat. Anggaran yang disiapkan untuk rehabilitasi pasar rakyat tahun 2026 mencapai Rp 25 miliar dari APBD Kota Yogyakarta. Target penyelesaian rehabilitasi Pasar Kranggan dan Demangan ditetapkan pada akhir tahun 2026. Berdasarkan catatan dinas, jumlah kunjungan harian ke Pasar Demangan mencapai sekitar 5.000 orang, sementara Pasar Kranggan melayani kurang lebih 2.500 pengunjung per hari. Kontribusi ekonomi pasar tradisional di Yogyakarta diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun per tahun, menjadikannya salah satu sektor penopang utama ekonomi lokal.
Salah satu pedagang di Pasar Demangan, Siti Rohmah, menyambut baik rencana tersebut. Ia berharap perbaikan fasilitas bisa membuat pasar lebih nyaman dan bersih sehingga pembeli tidak beralih ke pusat perbelanjaan modern. “Kalau pasar lebih tertata, pembeli pasti senang. Kami sebagai pedagang juga lebih tenang berjualan,” tuturnya.