Menkes RI Resmikan Groundbreaking Gedung Central Medical Unit RSUP Dr.Sardjito
- Humas Pemda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) di RSUP Dr. Sardjito, Kamis (08/01/2025). Prosesi groundbreaking ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas kesehatan berteknologi tinggi yang diharapkan menjadi pusat layanan medis modern dan terintegrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Menkes menegaskan bahwa pembangunan CMU merupakan bagian dari transformasi sistem pelayanan kesehatan lanjutan di Indonesia. Gedung ini dirancang untuk menghadirkan layanan berkelas dunia dengan fokus pada keselamatan pasien, integrasi teknologi tinggi, serta sistem pelayanan yang terpadu.
Acara peresmian turut dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, antara lain Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, Bupati Sleman, Rektor Universitas Gadjah Mada, serta jajaran Forkopimda DIY. Hadir pula Kepala Kejaksaan Tinggi DIY, Kapolda DIY, dan berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan.
Gedung CMU akan dibangun di atas lahan seluas 10.043,77 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 55.574 meter persegi. Bangunan terdiri dari 13 lantai dan dua basement, dilengkapi fasilitas modern seperti kamar operasi canggih untuk bedah robotik, kamar operasi hibrida dengan sistem angio-CT, serta peralatan radiologi mutakhir berupa MRI 3 Tesla dan CT spectral photon-counting. Selain itu, tersedia laboratorium produksi sel punca (stem cell), cath lab biplane, 52 tempat tidur emergensi, 29 kamar operasi, 6 cath-lab, 192 tempat tidur perawatan intensif, serta fasilitas parkir yang memadai.
Proyek pembangunan ini melibatkan PT Hutama Karya dan PT Wijaya Karya sebagai kontraktor pelaksana, dengan KSO Yodya Karya–Griksa Cipta sebagai konsultan perencana. Nilai kontrak mencapai Rp917,97 miliar. Gedung CMU diharapkan menjadi Center of Excellence (CoE) yang menyediakan layanan emergensi, bedah minimal invasif, transplantasi organ, hingga precision medicine berbasis laboratorium sel dan sel punca.
Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, dr. Eniarti, menyampaikan bahwa pembangunan CMU akan melibatkan lebih dari 1.500 tenaga medis dan profesional kesehatan. “Kami berharap kehadiran CMU semakin memantapkan peran RSUP Dr. Sardjito sebagai pusat pelayanan kesehatan unggul dan terdepan, dengan tetap berpijak pada budaya Nusantara dan inovasi,” ujarnya.