Super Flu Jadi Perhatian, Warga Yogya Diminta Jaga Daya Tahan Tubuh

Waspada Super Flu
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Demam mendadak yang lebih lama, nyeri otot hebat, batuk persisten hingga dua minggu, serta rasa lemas ekstrem disebut sebagai ciri khas super flu. Varian baru influenza A H3N2 Subclade K ini kini menjadi sorotan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, meski belum ditemukan lonjakan kasus di wilayah setempat.

img_title Semarak Kebersamaan Lansia dan PAUD Mantrijeron Jadi Wadah Pelayanan Publik

Sub Koordinator Surveilans, Pengelolaan Data, dan Sistem Informasi Kesehatan Bidang P2P PD SIK, Solikhin Dwi Ramtana, menjelaskan bahwa super flu pada dasarnya masih flu biasa, hanya saja penularannya lebih cepat dan gejalanya lebih berat dibanding influenza umum. “Namun hingga kini tidak ada indikasi peningkatan keparahan seperti Covid-19,” ujarnya.

Menurut Solikhin, kemunculan varian baru influenza merupakan hal wajar dalam epidemiologi. Di Indonesia, influenza A sudah lama ditemukan, hanya saja sub kelompoknya baru teridentifikasi belakangan. Dari hasil surveilans sentinel 28 Desember 2025–3 Januari 2026, tercatat 53 kasus influenza A, tetapi bukan subclade K.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Meski tidak seberbahaya Covid-19, pola penularan super flu mirip: melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara, serta bisa menempel di permukaan benda. Lansia dan penderita penyakit penyerta disebut sebagai kelompok paling rentan. “Risiko perburukan lebih tinggi, sehingga disarankan menggunakan alat pelindung diri dan segera berobat bila muncul gejala,” tambahnya.

Solikhin juga menekankan pentingnya vaksinasi influenza. Walau belum tersedia vaksin khusus untuk subclade K, vaksin flu yang ada tetap bermanfaat membentuk antibodi dan mencegah perburukan. Namun, hingga kini vaksinasi masih berbayar dan belum menjadi program gratis di Puskesmas.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Selain vaksinasi, perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci pencegahan. Memakai masker saat sakit, mencuci tangan, menjaga ventilasi ruangan, menghindari kerumunan, serta menerapkan etika batuk yang benar disebut sebagai langkah sederhana namun efektif.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta telah mengedarkan imbauan kewaspadaan ke seluruh Puskesmas dan melakukan edukasi melalui promosi kesehatan.

“Super flu memang tidak sehebat Covid-19, tetapi tingkat kesakitannya cukup mengganggu. Yang terpenting adalah mencegah penularan dan menjaga diri agar tetap sehat,” tegas Solikhin.

Halaman Selanjutnya
img_title