Sekolah Tangguh Bencana, Pemkot Yogya Tambah 7 SPAB

Sekolag Tangguh Bencana di Kota Yogya
Sumber :
  • Dok Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja -  Sirene meraung di SD Negeri Gedongkuning, Jumat (09/01/2026). Ratusan murid berhamburan keluar kelas, sebagian bersembunyi di bawah meja, lalu dievakuasi ke titik kumpul. Simulasi gempa bumi itu bukan sekadar latihan, melainkan bagian dari program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang kini digencarkan Pemerintah Kota Yogyakarta.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkot menargetkan pembentukan SPAB di tujuh SD Negeri sepanjang tahun 2026. “Prioritas kami adalah sekolah-sekolah yang berada di kawasan rawan bencana,” ujar Iswari Mahendrarko, Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Data Informasi Komunikasi Kebencanaan BPBD Kota Yogyakarta. Ia menegaskan, rencana ini sudah disusun hingga lima tahun ke depan dengan koordinasi bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora).

Sekolah yang ditunjuk tahun ini antara lain SD Negeri Gedongkuning, Gedongtengen, Jetisharjo, Bumijo, Sindurejan, Balirejo, dan Tahunan. Dengan tambahan tersebut, total SPAB yang sudah terbentuk di Kota Yogyakarta mencapai 21 sekolah dasar negeri.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Pembentukan SPAB tidak berhenti pada simulasi. BPBD memberikan materi tentang lingkungan sekolah aman, mulai dari struktur bangunan, jalur evakuasi, hingga titik kumpul. Manajemen kesiapsiagaan juga dibangun melalui pelatihan yang melibatkan guru, kepala sekolah, dan murid. “Sekolah harus punya tim siaga. Semua tahu peran masing-masing ketika bencana terjadi,” jelas Iswari.

Antusiasme Sekolah

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat INACRAFT Festival 2026

Kepala SD Negeri Gedongkuning, Wiwin Prihandiningsih, menyambut baik program ini. Menurutnya, sekolah dengan 333 murid itu memang rentan terhadap gempa bumi dan kebakaran karena berada di kawasan padat penduduk dengan lahan terbatas. “Selama tiga hari kami mendapat banyak materi kebencanaan. Harapannya, jika suatu saat bencana benar-benar terjadi, risiko bisa ditekan,” ungkapnya.

Dengan penambahan SPAB, Pemkot Yogyakarta berharap lahir sekolah-sekolah yang tangguh, aman, dan siap menghadapi potensi bencana. Simulasi di Gedongkuning menjadi gambaran nyata: guru sigap mengevakuasi, murid terlatih berlindung, dan seluruh warga sekolah belajar menghadapi situasi darurat.