Musim Pancaroba, Super Flu Merebak: Dinkes Kota Yogyakarta Ingatkan Warga Jaga PHBS
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Perubahan cuaca yang tidak menentu di musim pancaroba kembali memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya penyakit pernapasan. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengingatkan masyarakat agar disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) demi menjaga daya tahan tubuh. Imbauan ini muncul seiring merebaknya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan fenomena yang belakangan dikenal masyarakat sebagai super flu.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data serta Sistem Informasi Kesehatan, dr Lana Unwanah, dalam jumpa pers di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Yogyakarta, menegaskan bahwa flu pada umumnya merupakan penyakit akibat virus yang bisa sembuh dengan sendirinya jika daya tahan tubuh baik. Namun, ia mengingatkan bahwa super flu atau Influenza A (H3N2) subclade K memiliki gejala lebih berat dan durasi sakit lebih panjang dibandingkan flu biasa.
“Kalau flu biasa biasanya pulih dalam dua hingga tiga hari, super flu bisa berlangsung lebih dari satu minggu. Gejalanya berupa demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, sakit kepala berat, lemas ekstrem, serta batuk yang menetap cukup lama,” jelas dr. Lana.
Meski demikian, ia menekankan bahwa super flu berbeda dengan Covid-19. Virus ini menyerang saluran pernapasan bagian atas dan jarang menimbulkan gangguan berat hingga ke paru-paru. “Super flu tidak sampai menyebabkan kondisi kritis seperti ARDS yang membutuhkan ventilator. Jadi masyarakat tidak perlu panik berlebihan, tetapi tetap harus waspada,” tambahnya.
Selain penyakit menular, dr. Lana juga menyoroti tren penyakit tidak menular yang meningkat, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Menurutnya, pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, dan gaya hidup tidak sehat menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau warga untuk menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi gizi seimbang, beristirahat cukup, dan rutin berolahraga. Kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, serta penderita penyakit penyerta diminta lebih berhati-hati dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala. “Yang terpenting adalah tidak panik, tetapi tetap waspada dan bertanggung jawab agar tidak menularkan kepada orang lain,” imbuh dr. Lana.