Sekolah Rakyat di Kulonprogo, Tampung 1.080 Anak Keluarga Prasejahtera
- Bing Image Creative
KULONPROGO, VIVA Jogja - Harapan baru bagi keluarga prasejahtera kini hadir di Gulurejo, Lendah. Pemerintah Pusat resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah proyek strategis yang menjadi bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk memuliakan masyarakat kurang mampu melalui akses pendidikan berkualitas. Dengan target rampung pada 19 Juli 2026, pembangunan ini berlangsung selama 220 hari kerja dan melibatkan 420 tenaga ahli. Sekolah Rakyat dirancang menampung 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, lengkap dengan fasilitas asrama dan kurikulum unggulan yang menekankan karakter, kepemimpinan, serta nasionalisme.
Upacara peresmian pembangunan dihadiri Wakil Bupati Kulonprogo H. Ambar Purwoko bersama jajaran pejabat daerah, kontraktor, konsultan, serta tokoh masyarakat Gulurejo. Dalam sambutannya, Ambar menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya untuk kepentingan lokal, melainkan untuk seluruh masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya mereka yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem. “Pendidikan adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan. Dengan adanya Sekolah Rakyat, kualitas pendidikan diharapkan meningkat sehingga mampu mengangkat derajat sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ambar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung program ini. Ia menekankan pentingnya kebersamaan agar pembangunan berjalan lancar. Karakter masyarakat Yogyakarta yang menjunjung tinggi iman, budaya, dan unggah-ungguh disebutnya sebagai modal sosial yang kuat. “Kami berharap dukungan masyarakat terus mengalir. Dengan kebersamaan, insya Allah pembangunan ini dapat selesai tepat waktu,” tambahnya.
Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY, Haryo Satriyawan, menuturkan bahwa Kulonprogo menjadi satu dari 104 lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Indonesia. Ia menjelaskan, percepatan mobilisasi alat berat dan material sudah dilakukan untuk mengejar tenggat waktu. “Target kami Juli 2026 selesai, agar bisa langsung digunakan pada tahun ajaran 2026–2027. Dukungan warga Gulurejo sangat penting karena akses jalan desa akan digunakan kendaraan proyek,” jelasnya. Haryo menambahkan, sekolah ini akan menjadi pusat pendidikan terpadu bagi siswa-siswi rintisan Tahap I dari Sonosewu dan Purwomartani, yang nantinya dipindahkan ke fasilitas baru.
Kompleks Sekolah Rakyat berdiri di atas lahan 7,1 hektare dengan 26 massa bangunan. Fasilitasnya meliputi ruang kelas, asrama putra-putri, kantin, tempat ibadah, hingga lapangan sepak bola. Prototipe bangunan seragam dengan lokasi lain di seluruh Indonesia, sebagai standar nasional prasarana pendidikan. Haryo mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan berharap kehadiran sekolah ini menjadi bagian dari upaya mencerdaskan bangsa.