Kulonprogo dan PLN Perkuat Kolaborasi Digital untuk Layanan Listrik dan Pajak Daerah
- Bing Image Creative
KULONPROGO, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bersama PT PLN (Persero) menegaskan komitmen memperkuat sinergi digital dalam peningkatan pelayanan kelistrikan sekaligus optimalisasi penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik. Kesepahaman ini mengemuka dalam High Level Meeting TP2DD.
Pertemuan dipimpin Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, dengan menghadirkan jajaran PLN, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Bapperida, serta sejumlah dinas terkait. Dalam kesempatan itu, PLN menjelaskan bahwa sumber PBJT berasal dari pembayaran rekening listrik bulanan, pembelian token prabayar, hingga pelunasan tagihan susulan. PLN juga menegaskan komitmen menyetorkan penerimaan pajak ke pemerintah daerah paling lambat tanggal 20 setiap bulan.
Data menunjukkan, penerimaan PBJT tenaga listrik Kulonprogo sempat mencapai puncak Rp19,157 miliar pada 2024. Namun, tahun berikutnya terjadi penurunan akibat kebijakan diskon tarif listrik dan berkurangnya pelanggan industri besar. Kondisi ini mendorong perlunya strategi baru agar penerimaan kembali optimal.
PLN menawarkan sejumlah langkah, mulai dari dukungan perizinan pemangkasan pohon di sekitar jaringan, kesiapan kawasan pengembangan untuk menjamin keandalan listrik, hingga sinergi program Bantuan Pasang Baru Listrik bersama Kementerian ESDM. Selain itu, PLN juga menekankan pentingnya pemanfaatan energi ramah lingkungan melalui program electrifying agriculture, dedieselisasi, dan electrifying lifestyle.
Kepala Bapperida Kulonprogo menambahkan, kebutuhan listrik yang andal sangat krusial bagi agenda strategis daerah, seperti embarkasi haji di kawasan Aerotropolis YIA, pengembangan SPAM Kamijoro, sentra kuliner dan pariwisata, serta sektor pertanian yang kini mulai beralih menggunakan pompa listrik menggantikan BBM.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Ambar Purwoko menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap peningkatan layanan kelistrikan, terutama di wilayah pegunungan yang masih rawan pemadaman saat cuaca ekstrem. Ia juga menekankan aspek keselamatan jaringan, transparansi pelaporan, serta perluasan jaringan ke objek-objek strategis.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara Pemkab Kulonprogo dan PLN, tidak hanya untuk mendukung pelayanan publik yang andal, tetapi juga untuk memastikan pembangunan daerah berjalan berkelanjutan dengan dukungan ekosistem digital keuangan yang semakin matang.