Yogya Targetkan Seluruh SD Negeri Disiapkan Jadi Sekolah Aman Bencana

Pelajaran tanggap bancana di sekolah dasar
Sumber :
  • Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menjadikan seluruh sekolah dasar negeri sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Program ini digulirkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang setiap tahun mengadakan pelatihan kesiapsiagaan di sejumlah sekolah. Tujuannya sederhana namun penting: membangun budaya tangguh menghadapi ancaman bencana di lingkungan pendidikan.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Di SD Negeri Gedongkuning, murid-murid berlatih berlindung di bawah meja saat simulasi gempa bumi. Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Kota Yogyakarta, Iswari Mahendrarko, menekankan bahwa latihan semacam ini tidak boleh berhenti hanya pada pelatihan resmi. Sekolah, katanya, harus melakukan evaluasi dan simulasi secara mandiri, minimal sekali dalam setahun, agar kesiapsiagaan benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari.

Program SPAB sebenarnya sudah rampung di tingkat SMP Negeri. Sebanyak 16 sekolah telah menjalani tahapan pelatihan. Kini giliran SD Negeri yang menjadi fokus. Hingga awal 2026, tercatat 21 dari 87 SD Negeri sudah masuk program. Target berikutnya adalah seluruh SD Negeri di Kota Yogyakarta bisa menyandang status SPAB.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Setiap tahun BPBD mengalokasikan anggaran untuk sekitar tujuh sekolah, meski pada tahun tertentu jumlahnya bisa mencapai belasan sekolah sesuai kondisi keuangan daerah. Selama ini BPBD menjadi pelaksana utama, tetapi ke depan akan dibentuk sekretariat bersama di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora).

Iswari menambahkan bahwa Yogyakarta memang tidak berada di pusat bencana primer seperti erupsi Merapi atau gempa Bantul. Namun dampaknya bisa merembet hingga kota. Karena itu, meski risiko bersifat sekunder, kesiapsiagaan tetap harus dijalankan dengan serius.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat INACRAFT Festival 2026

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto, menegaskan bahwa sekolah peserta SPAB akan menerima sertifikat, dan mulai 2026 akan diberikan piagam resmi. Menurutnya, sekolah yang sudah menjalani program terbukti lebih tangguh: mampu melaksanakan simulasi mandiri, memiliki rambu kebencanaan, dan aktif setiap Hari Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April.

“SPAB bukan sekadar teori. Kami ingin sekolah benar-benar siap menghadapi ancaman bencana. Inilah bagian dari komitmen Menuju Jogja Tangguh Bencana,” tandas Darmanto.