Desa Wisata Kulonprogo Susun Paket Terpadu, Promosi Digital Jadi Fokus Utama

Destinasi wisata di Kulonprogo
Sumber :
  • Istimewa

KULONPROGO, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo melalui Dinas Pariwisata terus memperkuat strategi promosi berbasis digital. Dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Paket Wisata Desa Wisata Senin (12/01/2026), yang diikuti perwakilan dari berbagai desa wisata di wilayah Kulonprogo, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Sutarman, menegaskan bahwa pengemasan paket wisata harus menarik, informatif, dan mudah diakses. “Promosi digital kini menjadi kunci. Paket wisata terpadu akan memudahkan wisatawan mencari informasi sekaligus meningkatkan daya tarik desa wisata,” ujarnya.

img_title Festival Geopark Night Specta dan Cokelat Gunungkidul Jadi Simbol Sinergi Pariwisata dan Pertanian

Dalam rapat tersebut, setiap desa wisata diminta menyusun paket wisata unggulan yang nantinya akan dipublikasikan melalui konten digital dan media sosial resmi. Strategi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan wisatawan modern yang lebih banyak mengandalkan platform digital untuk merencanakan perjalanan.

Langkah ini sejalan dengan tren kunjungan wisatawan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY tahun 2025 mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke Kulonprogo mencapai 1,2 juta orang, meningkat 15 persen dibanding tahun sebelumnya. Desa wisata menjadi salah satu penyumbang terbesar, dengan destinasi populer seperti Desa Wisata Nglinggo, Desa Wisata Tinalah, dan Desa Wisata Kalibiru.

img_title Sri Gethuk menapaki Wisata Kelas Dunia

Selain itu, laporan Dinas Pariwisata Kulonprogo menunjukkan bahwa kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 48 miliar pada 2025, dengan desa wisata menyumbang hampir 30 persen. Angka ini memperkuat alasan perlunya strategi promosi terpadu agar potensi desa wisata semakin optimal.

Sutarman menambahkan, penyusunan paket wisata terpadu juga akan mengintegrasikan atraksi budaya, kuliner lokal, serta produk UMKM. “Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga bisa merasakan pengalaman budaya dan membeli produk lokal. Ini akan menggerakkan ekonomi desa,” katanya.

img_title YIA Sukses Layani Debarkasi Perdana, Jemaah Haji Kulonprogo Pulang Disambut Hangat Keluarga

Sejumlah desa wisata menyambut baik langkah ini. Perwakilan Desa Wisata Tinalah menyebutkan bahwa paket terpadu akan memudahkan mereka memasarkan atraksi seperti susur sungai, homestay, hingga kuliner khas. “Dengan promosi digital, kami berharap jangkauan wisatawan lebih luas, tidak hanya dari DIY tetapi juga luar daerah,” ungkapnya.

Dengan penyusunan paket wisata terpadu dan dukungan promosi digital, Pemkab Kulonprogo optimistis kunjungan wisatawan akan terus meningkat. Target yang dipasang adalah 1,5 juta kunjungan wisatawan pada 2026, sekaligus memperkuat posisi Kulonprogo sebagai salah satu destinasi unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Halaman Selanjutnya
img_title