Kajian ASPI Ungkap Dampak Sistem Kandang terhadap Kesejahteraan Itik Petelur

Praktik pemeliharaan itik petelur di Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Across Species Project Indonesia (ASPI), sebuah inisiatif non-profit yang berfokus pada kesejahteraan hewan ternak, merilis laporan kajian awal mengenai praktik pemeliharaan itik petelur di Indonesia. Laporan yang dipublikasikan pada 12 Januari 2026 ini menyoroti perbandingan antara sistem bebas sangkar (cage-free) dan kandang baterai (battery cage), serta dampaknya terhadap kesejahteraan itik dan kualitas telur.

img_title Jaringan Peternak Itik Cage-Free Dorong Transformasi Kesejahteraan Unggas di Yogyakarta

Kajian dilakukan di dua provinsi, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur, khususnya Kabupaten Blitar. Temuan ASPI menunjukkan bahwa sistem kandang baterai semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, meski sistem bebas sangkar masih menjadi metode dominan. Dalam kandang baterai, itik ditempatkan di ruang sempit bersekat dan bertingkat, dengan ruang gerak terbatas hanya selebar sebuah perangkat tablet untuk satu hingga dua ekor.

Hasil penelitian memperlihatkan perbedaan mencolok antara kedua sistem. Itik yang dipelihara dalam kandang baterai lebih sering mengalami kerontokan bulu, luka, kebersihan yang buruk pada bulu dan area wajah, serta cedera kaki. Selain itu, perilaku abnormal seperti gerakan stereotipik ditemukan pada 78 persen itik di kandang baterai, jauh lebih tinggi dibandingkan hanya 2,7 persen pada sistem bebas sangkar. “Perilaku ini berkaitan dengan stres kronis akibat pembatasan gerak dan lingkungan yang miskin stimulasi,” jelas Nuril Qolbi, Field Research and Animal Welfare Officer ASPI.

img_title Pemerintah Kota Yogya Gelar Pasar Pangan Murah untuk Jaga Daya Beli Warga

Dari sisi ekonomi, produktivitas dan pendapatan peternak dengan sistem kandang baterai memang lebih tinggi. Namun, biaya operasional juga meningkat, sementara kualitas telur tidak selalu lebih baik. Kajian ASPI menemukan bahwa telur dari sistem bebas sangkar memiliki cangkang lebih tebal, sehingga lebih aman dari risiko kontaminasi bakteri.

Fenomena ini menimbulkan keprihatinan. Di banyak negara, sistem kandang baterai telah dilarang karena dianggap tidak memenuhi standar kesejahteraan hewan. Taiwan bahkan secara khusus melarang penggunaannya untuk itik. “Efisiensi produksi memang meningkat, tetapi harga yang harus dibayar adalah kesejahteraan itik yang tidak bisa mengekspresikan perilaku alaminya,” tambah Nuril.

img_title Sinergi Pemkab Kulonprogo, Polres, dan Kodim Gelar Pasar Murah Jelang Lebaran

ASPI menilai kekurangan dalam sistem bebas sangkar masih bisa diperbaiki melalui manajemen pemeliharaan, misalnya dengan penambahan litter untuk mengurangi kadar amonia. Sebaliknya, dalam sistem kandang baterai, keterbatasan ruang gerak membuat perbaikan teknis tidak mampu menjawab kebutuhan dasar kesejahteraan itik.

Halaman Selanjutnya
img_title