BPBD DIY Siapkan Uji Geolistrik Tindaklanjuti Tanah Ambles di Gunungkidul
- bing image creatif
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta langsung melakukan penelitian pada fenomena tanah ambles di Gunungkidul yang terjadi di di Kelurahan Girikarto, Kecamatan Panggang, pada Rabu (07/01/2026) lalu.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menegaskan bahwa langkah investigasi lapangan sudah dilakukan bersama Tim Reaksi Cepat dan Pusdalops, dan tahap berikutnya adalah uji geolistrik untuk memastikan kondisi bawah tanah.
Ruruh menjelaskan, teknologi geolistrik akan membantu memetakan kedalaman dan lebar rongga di bawah permukaan. Hasilnya akan menjadi dasar penentuan langkah antisipasi, terutama karena amblesan terjadi di dalam rumah warga. “Kalau memang membahayakan bagi masyarakat, kita akan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Gunungkidul untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Pelaksanaan uji geolistrik direncanakan dalam beberapa minggu mendatang, seiring persiapan peralatan dan koordinasi teknis dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Menurut Ruruh, karakteristik geologi Gunungkidul memang unik. Di bawah tanah terdapat jaringan sungai bawah tanah dan rongga gua karst yang membuat kawasan ini rawan amblesan. Kondisi tersebut membutuhkan teknologi khusus agar struktur tanah bisa terdeteksi secara akurat.
Fenomena amblesan di Girikarto bukanlah kasus pertama. Catatan BPBD DIY menunjukkan bahwa wilayah Panggang dan sekitarnya pernah mengalami kejadian serupa dalam beberapa tahun terakhir. Data Badan Geologi Kementerian ESDM menyebutkan, Gunungkidul memiliki lebih dari 500 gua karst aktif dengan aliran sungai bawah tanah yang panjangnya mencapai ratusan kilometer. Struktur ini, meski menjadi daya tarik wisata, sekaligus menyimpan potensi risiko bencana.
Ruruh menekankan pentingnya pemetaan struktur bawah tanah secara berkelanjutan. Amblesan yang berulang menandakan adanya kerentanan geologi yang tidak bisa diabaikan. “Di situ memang sudah sering terjadi amblesan. Dengan teknologi, kita bisa memastikan tingkat bahayanya dan menentukan langkah mitigasi,” katanya.
Selain uji geolistrik, BPBD DIY juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Edukasi kebencanaan akan digencarkan agar warga memahami tanda-tanda pergerakan tanah. Pemerintah daerah berharap langkah ini dapat mengurangi risiko sekaligus memberikan rasa aman bagi penduduk yang tinggal di kawasan rawan.