Kapolri Resmikan 19 Jembatan Presisi di Klaten, Dorong Akses Warga dan Ekonomi Desa

Persmian Jembatan Presisi di Klaten
Sumber :
  • Istimewa

KLATEN, VIVA Jogja - Sebuah momentum penting bagi masyarakat Klaten terjadi pada Rabu (14/1/2026), ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi secara serentak di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan. Peresmian ini menjadi simbol nyata sinergi antara pemerintah pusat, aparat, dan masyarakat dalam memperkuat konektivitas serta meningkatkan kesejahteraan warga.

img_title 975 Warga Ikuti Bakti Kesehatan Gratis, Polda Jateng Salurkan Ribuan Paket Sembako

Jembatan strategis di atas Sungai Dengkeng yang menghubungkan Desa Cucukan dengan Desa Kotesan menjadi salah satu fokus acara. Infrastruktur sepanjang 15 meter dengan lebar 4 meter itu sebelumnya hancur akibat banjir pada 2021. Kini, keberadaannya kembali memberi manfaat langsung bagi 2 desa, 11 dukuh, dan sekitar 890 kepala keluarga. Empat sekolah dengan total 371 siswa pun kembali terhubung dengan aman, setelah pembangunan yang menelan biaya sekitar Rp 400 juta dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta partisipasi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan hasil kolaborasi yang cepat dan tepat. Apresiasi kami sampaikan kepada jajaran Polda Jawa Tengah yang sigap merealisasikan perhatian pemerintah terhadap kesulitan masyarakat, terutama anak-anak yang berjuang menempuh pendidikan,” ujar Kapolri Listyo Sigit.

img_title Polres Klaten Dorong Pemulihan Pascabencana Lewat Revitalisasi Jembatan Presisi

Acara peresmian turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, serta pejabat Forkopimda setempat. Kehadiran mereka mencerminkan soliditas antar-instansi dalam mendukung pembangunan infrastruktur.

Program pembangunan jembatan ini tidak berhenti pada 19 unit yang telah diresmikan. Polda Jawa Tengah menargetkan total 63 jembatan, dengan 15 unit masih dalam pengerjaan, 4 unit dalam tahap persiapan, dan 25 unit lainnya dalam proses survei. Secara nasional, Polri mencatat program pembangunan 178 jembatan, dengan 58 unit rampung, 32 unit dalam proses, 6 unit Jembatan Bailey dalam pengiriman, dan 82 unit dalam tahap perencanaan. Jawa Tengah menjadi wilayah dengan pencapaian terbesar, 34 unit di antaranya difokuskan di daerah terdampak bencana.

img_title Ojol dan Opang Stasiun Klaten Sepakat Damai

Kapolri berharap jembatan-jembatan ini tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. “Harapan kami, jembatan ini membantu anak-anak sekolah tiba tepat waktu, memudahkan petani mengakses lahan, dan mendukung aktivitas warga. Pada akhirnya, kontribusi ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title