Dana Penanganan Stunting di Kota Yogyakarta Naik Jadi Rp 120 Juta per Kelurahan
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Upaya menekan angka stunting di Kota Yogyakarta terus diperkuat. Tahun 2026, alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan untuk program penanganan stunting meningkat dari Rp100 juta menjadi Rp120 juta bagi setiap kalurahan/kelurahan.
Kebijakan ini disampaikan oleh Eko Suwanto, Anggota DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua Komisi A DPRD DIY, dalam Forum Group Discussion (FGD) Strategi Atasi Stunting, Kamis (15/01/2026). Eko yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menegaskan bahwa peningkatan anggaran merupakan bentuk komitmen partai dalam mendorong program pro rakyat. “PDI Perjuangan berkomitmen penuh agar kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk penurunan angka stunting,” ujarnya.
Eko menambahkan, dukungan regulasi juga telah tersedia melalui Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan/Kelurahan serta Perdais Nomor 1 Tahun 2024 tentang Kelembagaan. Ia menilai penguatan kelembagaan di tingkat kelurahan mutlak dilakukan agar Dana Keistimewaan dapat dialokasikan secara maksimal. “Ke depan, kelurahan perlu dibentuk sebagai Organisasi Perangkat Daerah sehingga memiliki kewenangan penuh dalam mengelola anggaran,” jelasnya.
Apresiasi terhadap program ini juga datang dari Kurniawan, Paniradya Keistimewaan DIY. Ia menilai lurah dan perangkat di Kota Yogyakarta telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam melaksanakan program penanganan stunting. “Terima kasih atas disiplin dan kerja keras seluruh jajaran. Hasilnya, angka stunting di Kota Yogyakarta berhasil turun signifikan,” katanya.
Sementara itu, Aan Iswanti, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, menyebutkan bahwa penurunan prevalensi stunting merupakan hasil kerja kompak tim pendamping keluarga bersama lurah di tiap kemantren. “Kami rutin melakukan intervensi terhadap kasus stunting dan ibu hamil yang mengalami anemia. Alhamdulillah, angka stunting turun dari 12 persen menjadi 8,6 persen,” ungkapnya.
Dengan tambahan anggaran Rp120 juta per kelurahan, pemerintah daerah berharap program penanganan stunting di Kota Yogyakarta semakin efektif, sehingga target penurunan prevalensi dapat tercapai dan kualitas hidup masyarakat meningkat.