615 Rumah Tak Layak Huni di Sleman Direhabilitasi, Anggaran Rp 8,8 Miliar
- bing image creator
SLEMAN, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Sleman kembali melanjutkan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Tahun 2026, sebanyak 615 unit rumah ditargetkan mendapat perbaikan dengan dukungan anggaran sebesar Rp 8,8 miliar dari APBD. Jumlah tersebut sedikit meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 604 unit.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Suwarsono, menjelaskan bahwa program RTLH telah berjalan sejak 2010. Hingga akhir 2024, tercatat 14.478 rumah berhasil direhabilitasi melalui APBD. Selain itu, sebanyak 125 unit rumah diperbaiki lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) dan 215 unit melalui bantuan Baznas.
Bantuan RTLH diberikan dalam bentuk uang non-tunai yang langsung ditransfer ke rekening penerima. Dana tersebut hanya bisa digunakan untuk membeli material bangunan di toko yang ditunjuk dengan sistem pembayaran transfer. Besaran bantuan bervariasi, mulai dari Rp10 juta untuk rumah rusak ringan, Rp15 juta untuk rusak sedang, hingga Rp20 juta untuk rusak berat. Tenaga kerja dilakukan secara swadaya, namun bagi penerima yang memiliki Kartu Keluarga Miskin (KKM) diperbolehkan menggunakan hingga 20 persen dana bantuan untuk biaya tenaga kerja.
Calon penerima program adalah warga yang masuk kategori Keluarga Miskin, Keluarga Rentan Miskin, atau memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu. Mereka juga belum pernah menerima bantuan rumah dari anggaran pemerintah dalam kurun waktu minimal 10 tahun dan sudah berkeluarga. Saat ini, tahapan program tengah memasuki proses verifikasi fisik, yakni penilaian awal kondisi rumah calon penerima.
Menurut data Kementerian PUPR, jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia masih mencapai sekitar 12,7 juta unit pada 2024. Pemerintah menargetkan penurunan angka tersebut melalui berbagai program, termasuk bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Sleman menjadi salah satu daerah dengan capaian cukup tinggi, rata-rata merehabilitasi lebih dari 600 unit per tahun dalam lima tahun terakhir.
Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga. Rumah layak huni terbukti berpengaruh pada kesehatan keluarga, produktivitas, serta akses pendidikan anak. Dengan anggaran Rp 8,8 miliar, Pemkab Sleman menegaskan komitmennya menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung agenda nasional pengentasan kemiskinan.