Sleman Bangun Embung Watu Kucir, Penyangga Air dan Wisata Baru Lereng Merapi

Sleman berencana bangun embung baru di kaki Merapi
Sumber :
  • bing image creatif

SLEMAN, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan pembangunan embung baru di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, sebagai bagian dari strategi konservasi air tanah sekaligus pengembangan ruang publik di kawasan lereng Merapi. Embung yang akan diberi nama Embung Watu Kucir ini diharapkan mampu menjadi penyangga air bagi masyarakat sekitar sekaligus destinasi wisata baru yang ramah lingkungan.

img_title Winongo Art Festival: Sungai Jadi Panggung Budaya dan Ekonomi Warga

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Muhammad Nurrochmawardi, menyebut proses administrasi pembangunan di Wonokerto relatif lebih lancar dibandingkan lokasi lain. Ia menjelaskan bahwa rekomendasi Forum Penataan Ruang dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Sleman sudah keluar, meski izin penggunaan tanah kas desa masih dalam proses. Targetnya, seluruh dokumen teknis dapat diserahkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) pada Maret 2026 sebelum masuk tahap pengadaan barang dan jasa.

Embung Watu Kucir dirancang dengan luas awal sekitar 3.000 meter persegi, namun hasil peninjauan ulang detail engineering design (DED) berpotensi memperluas kapasitas tampungan. Anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp8 miliar dari APBD Sleman. Selain berfungsi sebagai penampung air tanah, BBWSSO juga akan menyiapkan fasilitas pendukung seperti jogging track, toilet, dan area parkir untuk menunjang fungsi wisata.

img_title Korupsi TKD : Lurah Condongcatur di-nonaktifkan

Program ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan. Pemerintah daerah menilai keberadaan embung baru sangat penting mengingat tren penurunan debit air tanah di wilayah Sleman utara mencapai 15 persen dalam lima tahun terakhir, terutama saat musim kemarau panjang. Data DPUPKP mencatat saat ini terdapat lebih dari 40 embung aktif di Sleman dengan kapasitas rata-rata 2.500–5.000 meter kubik. Embung baru di Wonokerto diharapkan menambah pasokan air bagi sekitar 1.200 kepala keluarga di sekitarnya.

Bupati Sleman Harda Kiswaya sebelumnya menyampaikan harapan agar pada 2026 dapat terbangun dua embung baru di wilayah utara dan barat Sleman. Namun, pemanfaatan embung sebagai sarana olahraga air seperti dayung masih menunggu kajian lebih lanjut agar tidak mengganggu fungsi utama konservasi. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kajian mendalam agar pemanfaatan embung tetap selaras dengan tujuan utama pembangunan infrastruktur lingkungan, yakni menjaga ketersediaan air tanah di kawasan rawan kekeringan sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat melalui pengembangan wisata desa.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Sleman Barat Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru, Infrastruktur Jadi Senjata Utama Pemkab