Komunitas Peduli Sungai Resmi Dikukuhkan, Warga Diajak Rawat Kali Code dan Hidupkan Potensi Kawasan

Walikota Yogya tanam pohon bersama Komunitas Peduli Sungai
Sumber :
  • Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja -  Walikota Yogya Hasto Wardoyo mengukuhkan 30 anggota Komunitas Peduli Sungai (KPS) Bendung Surokarsan Kali Code di Pendopo Taman Perwira Prawirodirjan, Rabu (21/01/2026). Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan peran warga sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian sungai sekaligus mengembangkan potensi kawasan bantaran.

img_title Civil Society dan Kampus: Menjaga Demokrasi di Tengah Tantangan

Dalam sambutannya, Hasto menekankan bahwa sungai tidak mungkin dirawat hanya oleh pemerintah. “Komunitas ini lebih efektif karena anggotanya adalah warga yang setiap hari hidup di sekitar sungai. Ketika rasa memiliki tumbuh dari masyarakat sendiri, kepedulian akan jauh lebih kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan warga diharapkan mampu mengubah perilaku, mulai dari tidak membuang sampah ke sungai hingga saling mengingatkan antarwarga. Hasto juga menanam pohon di taman pendopo sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan.

img_title Pemerintah Kota Yogya Gelar Pasar Pangan Murah untuk Jaga Daya Beli Warga

Sinergi Pemerintah dan Warga

Wali Kota menilai kawasan Bendung Surokarsan memiliki potensi besar karena sudah dilengkapi infrastruktur seperti jogging track dan pendopo. Ia mendorong agar komunitas tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga menghidupkan kawasan dengan kegiatan seni dan budaya. “Sungai bisa menjadi panggung kampung budaya, terutama pada malam libur. Dari situ magnet wisata akan tumbuh,” jelasnya.

img_title Kampung Lampion Jadi Model Nasional Penataan Permukiman Tepi Sungai

Hasto juga menekankan pentingnya sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Satgas Ulu-ulu yang selama ini membersihkan sungai. Ia mendorong agar komunitas kelak mampu mengolah sampah menjadi pupuk sehingga tercipta kolaborasi produktif. Selain itu, ia mengingatkan perlunya resapan air di sekitar rumah warga untuk mencegah banjir di wilayah hilir.

Apresiasi turut disampaikan Kepala BBWS Serayu Opak, Maryadi Utama. Menurutnya, komunitas berbasis warga sangat strategis untuk mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat mitigasi bencana. “Kalau hanya bersih-bersih saja tidak cukup. Harus ada pengembangan ekonomi baru, misalnya wisata, agar komunitas ini produktif,” katanya.

Maryadi menegaskan bahwa menjaga alam berarti menjaga manusia. Ia menyebut debit air Kali Code masih terkendali, namun keterlibatan komunitas akan membuat pengendalian banjir lebih baik. Pengukuhan komunitas juga dirangkaikan dengan aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon sebagai ikhtiar menghadapi cuaca ekstrem.

Halaman Selanjutnya
img_title