TPA Beringharjo, Tiga Dekade Lebih Menjadi Penopang Keluarga Pekerja Pasar
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Perayaan ulang tahun ke-32 Taman Penitipan Anak (TPA) Beringharjo berlangsung hangat di Pendopo Pasar Beringharjo, Rabu (21/01/2026). Anak-anak asuh tampil menari, sementara jajaran pengurus dan pemerintah kota berbagi tumpeng dan roti sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang lembaga yang sejak 1994 menjadi tempat pengasuhan bagi putra-putri para pekerja pasar.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan rasa bangga atas keberlangsungan TPA yang dikelola Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta. Ia menilai keberadaan TPA memberi ketenangan bagi orang tua yang bekerja di pasar karena anak-anak mereka diasuh dengan baik. Menurutnya, perjalanan tiga dekade lebih ini adalah bukti kerja bersama antara pengasuh, guru, pemerintah kota, dan masyarakat. Bahkan, Wawan menyebut banyak anak yang pernah dititipkan kini telah tumbuh dewasa dan berkarier sebagai ASN maupun pejabat.
Wakil Ketua TP PKK Kota Yogyakarta, Siti Hafsah, menambahkan bahwa usia 32 tahun adalah momentum untuk terus berkembang. Ia menegaskan komitmen PKK mendukung program wajib belajar, termasuk pra-sekolah, agar anak-anak tumbuh sehat dan siap menghadapi masa depan. Hafsah juga menekankan bahwa lokasi TPA yang strategis di tengah pasar memberi manfaat besar bagi keluarga yang tidak memiliki alternatif pengasuhan di rumah.
Saat ini, TPA Beringharjo menampung 63 anak dengan biaya terjangkau sekitar Rp7.000 per hari. Layanan berlangsung dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, memberi keleluasaan bagi orang tua bekerja tanpa khawatir. Anak-anak mendapatkan pendidikan sesuai kurikulum, makanan bergizi, serta pengawasan intensif yang membuat orang tua merasa aman.
Pendiri TPA, Aty Sunaryati Widagdo, mengenang awal mula gagasan ini lahir dari keprihatinan melihat pedagang membawa anak mereka ke pasar. Ia merasa sedih karena anak-anak ikut orang tuanya bekerja tanpa ada yang mengurus. Dari situlah muncul ide mendirikan TPA, yang kemudian mendapat dukungan pemerintah kota. Kini, ia merasa bangga karena TPA Beringharjo telah berkembang dengan tenaga pengajar PAUD dan fasilitas yang lebih baik.
Perayaan sederhana itu menjadi penanda bahwa TPA Beringharjo bukan sekadar tempat penitipan, melainkan bagian dari perjalanan sosial kota. Ia menjadi penopang keluarga pekerja pasar, ruang tumbuh anak-anak, sekaligus bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat mampu melahirkan solusi nyata bagi kebutuhan sehari-hari.