Bulan Dana PMI Bantul 2025 Lampaui Target, Bukti Kepedulian Sosial Warga
- Pemkab Bantul
BANTUL, VIVA Jogja - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul menutup Bulan Dana 2025 dengan capaian gemilang. Dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,377 miliar, melampaui target Rp1,2 miliar atau setara 114 persen. Hasil ini diumumkan dalam acara serah terima Bulan Dana sekaligus Musyawarah Kerja PMI Bantul.
Sekretaris Daerah Bantul sekaligus Ketua PMI Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan partisipasi aktif masyarakat. “PMI hadir sebagai spirit relawan kemanusiaan. Bantul telah membuktikan kepeduliannya, salah satunya dengan mengirim bantuan dan relawan ke korban banjir di Aceh. Bahkan hingga kini tim suplai air bersih PMI Bantul masih bertugas di Aceh Tamiang,” ujarnya.
Ketua Bulan Dana PMI 2025, Hermawan Setiaji, melaporkan bahwa kontribusi masyarakat Bantul meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2024 perolehan dana hanya mencapai Rp1,1 miliar, maka tahun ini naik sekitar 25 persen. Hal ini menunjukkan tren positif kepedulian sosial warga Bantul.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menilai masyarakat Bantul memiliki komunitas relawan yang besar dan tangguh, baik yang terorganisir maupun individu. “Tahun 2025 penuh dengan bencana, namun masyarakat Bantul menunjukkan kepedulian luar biasa. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dan relawan adalah wajah nyata semangat kemanusiaan,” katanya.
Bupati menambahkan, PMI sebagai wadah relawan di Bantul diharapkan terus merangkul seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah siap mendukung agar gerakan kemanusiaan ini berkelanjutan, tidak hanya untuk Bantul tetapi juga untuk daerah lain yang membutuhkan.
Dengan capaian ini, PMI Bantul menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan bantuan ke wilayah bencana. Selain itu, dana yang terkumpul akan digunakan untuk memperkuat kesiapsiagaan lokal, termasuk penyediaan logistik darurat, pelatihan relawan, serta program kesehatan masyarakat.