Gula Pothek “Thekku”, Inovasi Oleh-oleh Desa Wisata Hargomulyo

Oleh-oleh khas Desa Wisata Hargomulyo Kulonprogo
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jogja - Desa Wisata Hargomulyo Kulonprogo kini memiliki produk unggulan baru yang siap menjadi daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi lokal. Produk tersebut adalah Gula Pothek “Thekku”, kreasi Karang Taruna Kusuma Sakti yang mengangkat potensi kelapa sebagai bahan baku utama gula jawa.

img_title Krisis Sampah Organik di Kulonprogo: Warga Wates Tertekan Pasca Kebijakan TPA Banyuroto

Nama “Thekku” sendiri merupakan akronim dari Gula Pothek Kulonprogo dan dalam bahasa Jawa berarti milikku, mencerminkan rasa kepemilikan dan kebanggaan masyarakat terhadap hasil bumi desa. Setiap kemasan berisi 12 pothek gula kelapa, yang tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga sarat makna filosofis kepemimpinan dan kebaikan hidup, sejalan dengan ajaran budaya Jawa seperti memayu hayuning bawana dan Asta Brata.

Menurut data Dinas Pariwisata Kulonprogo, Desa Wisata Hargomulyo menerima kunjungan sekitar 35 ribu wisatawan sepanjang 2025, dengan tren peningkatan sebesar 15 persen dibanding tahun sebelumnya. Produk oleh-oleh khas seperti Gula Pothek “Thekku” diyakini mampu memperkuat daya tarik desa wisata sekaligus memperpanjang rantai ekonomi lokal.

img_title YIA Sukses Layani Debarkasi Perdana, Jemaah Haji Kulonprogo Pulang Disambut Hangat Keluarga

Ketua Karang Taruna Kusuma Sakti, Andi Prasetyo, menjelaskan bahwa produksi gula pothek melibatkan lebih dari 25 warga desa, mulai dari petani kelapa, pengrajin gula, hingga tim pemasaran. “Kami ingin produk ini bukan hanya menjadi oleh-oleh, tetapi juga simbol kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat. Target kami, penjualan bisa mencapai 10 ribu kemasan per bulan pada tahun 2026,” ujarnya.

Selain dijual langsung di Desa Wisata Hargomulyo, Gula Pothek “Thekku” kini juga dipasarkan melalui jaringan toko oleh-oleh di Wates dan platform digital lokal. Harga per kemasan dipatok sekitar Rp25 ribu, dengan kemasan ramah lingkungan yang menonjolkan identitas budaya Jawa.

img_title LKAP Desak Instansi Bergerak Cepat Tangani Polemik Bangunan SD Bugel Kulonprogo

Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwaka, menyambut baik inovasi ini. Ia menilai produk khas desa wisata seperti “Thekku” dapat menjadi contoh nyata pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. “Jika setiap desa wisata memiliki produk unggulan, maka pariwisata Kulonprogo akan semakin berdaya saing dan masyarakat akan merasakan manfaat langsung,” katanya.

Dengan semangat sociopreneur yang diusung, Gula Pothek “Thekku” diharapkan tidak hanya memperkuat citra Desa Wisata Hargomulyo sebagai destinasi budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
img_title