Kisah AR, Siswi SD di Kulonprogo yang Bersekolah Sambil Menjaga Adik
- Dok Humas Pemkab Kulonprogo
VIVA Jogja - Di sebuah ruang kelas sederhana SD Negeri Gembongan, Kapanewon Sentolo, pemandangan tak biasa kerap terlihat. Seorang siswi kelas 3, AR (9), duduk di bangku sekolah dengan dua tas di sampingnya. Satu berisi buku pelajaran, satu lagi berisi perlengkapan adiknya, susu dan pakaian ganti. Di pangkuannya, sang adik ER (3) sesekali merengek, sementara AR berusaha menenangkan sambil tetap mengikuti pelajaran.
Kisah pilu ini mencuat ke publik setelah diketahui bahwa AR harus bersekolah sambil menjaga adiknya. Ibunya, Rubiyanti (36), seorang orangtua tunggal asal Salamrejo, tengah berjuang melawan kanker payudara. Kondisi fisik yang lemah membuat Rubiyanti kesulitan mengurus anak-anaknya, sehingga AR mengambil alih peran sebagai pengasuh sekaligus tulang punggung keluarga.
Sudah enam bulan terakhir rutinitas itu dijalani AR. Di usia yang masih belia, ia bukan hanya murid rajin di sekolah, tetapi juga “kepala rumah tangga” yang mengurus kebutuhan rumah, merawat sang ibu, dan menjaga adik-adiknya. Kepala sekolah, Pri Hastuti Komarul, menyebut AR sebagai siswi tekun dengan prestasi belajar yang tetap baik meski menghadapi beban berat. “Ia tidak pernah mengeluh. Setiap pagi datang dengan semangat, membawa dua tas dan tanggung jawab besar,” ujarnya.
Kisah AR akhirnya sampai ke telinga Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), bantuan tali asih diberikan langsung kepada AR di sekolahnya pada Selasa (27/01/2026). Kepala Disdikpora, Nur Wahyudi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respon cepat atas laporan kondisi sosial dan ekonomi keluarga AR. “Kami sangat tersentuh dengan semangat anak ini. Ia menunjukkan keteladanan luar biasa di usia yang masih muda,” ucapnya dalam keterangan resmi sehari kemudian.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga AR. Namun lebih dari sekadar materi, dukungan moral juga terus diberikan agar AR tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa kehilangan haknya sebagai anak-anak.
Di tengah keterbatasan, kisah AR menjadi cermin keteguhan hati seorang anak kecil yang berjuang melampaui usianya. Sebuah potret nyata tentang bagaimana pendidikan, keluarga, dan ketabahan berpadu dalam satu cerita yang menyentuh hati banyak orang.