Investasi Kabupaten Kulonprogo Tahun 2025 Tembus Rp 566,8 Miliar
- Pemkab Kulonprogo
KULONPROGO, VIVA Jogja - Realisasi investasi di Kabupaten Kulonprogo sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang menggembirakan. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Triwulan IV Tahun 2025, nilai investasi yang terealisasi pada triwulan terakhir tercatat sebesar Rp 48,7 miliar. Secara akumulatif, total realisasi investasi sepanjang tahun mencapai Rp 566,8 miliar, menandai tren positif bagi iklim usaha di daerah ini.
Pada triwulan IV, investasi terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 320,6 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 48,4 miliar. Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2025, PMDN mendominasi dengan nilai Rp 551,1 miliar, sementara PMA tercatat Rp 15,7 miliar. Sektor dengan nilai investasi PMA tertinggi berasal dari pos, telekomunikasi, penyiaran, serta sistem dan transaksi elektronik, disusul oleh sektor perdagangan dan metrologi legal.
Untuk PMDN, sektor perdagangan dan metrologi legal menjadi penyumbang terbesar, diikuti oleh sektor pariwisata, serta kesehatan, obat, dan makanan. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulonprogo menunjukkan bahwa investasi di sektor pariwisata meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan ke desa wisata di Kulonprogo yang mencapai 1,2 juta orang pada tahun 2025. Sementara itu, sektor kesehatan dan makanan tumbuh 9 persen, didorong oleh meningkatnya permintaan produk herbal dan pangan lokal.
LKPM sendiri merupakan laporan berkala yang mencatat aktivitas riil perusahaan, meliputi data realisasi investasi, sumber pembiayaan, penyerapan tenaga kerja, serta berbagai permasalahan yang dihadapi pelaku usaha. Laporan ini wajib disampaikan oleh perusahaan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) setiap triwulan. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 1.200 tenaga kerja baru terserap melalui proyek investasi di Kulonprogo, dengan mayoritas bekerja di sektor perdagangan dan pariwisata.
Penyampaian LKPM dilakukan secara online melalui sistem OSS (oss.go.id). Untuk memastikan kelancaran dan kepatuhan pelaporan, DPMPTSP Kulonprogo terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk pelatihan teknis pengisian LKPM yang diikuti oleh 85 perusahaan lokal sepanjang tahun.
Dengan capaian realisasi investasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo optimistis iklim investasi daerah akan terus tumbuh. Target investasi tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 600 miliar, dengan fokus pada pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan, energi terbarukan, serta industri kreatif. Pemerintah berharap investasi ini tidak hanya meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga memperluas lapangan kerja dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata.