Yogya Naikkan Anggaran JPD Perguruan Tinggi, Dorong Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana

Yogya terapkan satu keluarga miskin satu sarjana
Sumber :
  • Bing Image Creative

 

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Seleksi Beasiswa Prestasi Kelurahan 2026, Nilai TKA dan TKAD Jadi Penentu

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi keluarga miskin dengan menambah alokasi anggaran Jaminan Pendidikan Daerah (JPD) Perguruan Tinggi pada tahun 2026. Kebijakan ini sekaligus mendukung program prioritas Wali Kota Hasto Wardoyo, Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.

Kepala UPT JPD Disdikpora Kota Yogyakarta, Menik Ria Agustiningsih, menyampaikan bahwa anggaran JPD tahun ini mencapai Rp2 miliar dengan kuota 250 penerima. Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya Rp400 juta untuk 200 penerima. “Ada kenaikan anggaran karena nominal bantuan juga meningkat,” ujarnya, Jumat (30/01/2026).

img_title Festival Jamu Nusantara Dorong Tradisi Minum Herbal Jadi Gaya Hidup Modern

Jika sebelumnya bantuan hanya Rp1 juta per tahun untuk mahasiswa semester awal dan Rp2 juta per tahun untuk semester berikutnya, kini nominal disesuaikan dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mahasiswa semester 1 hingga 8 dapat mengajukan bantuan maksimal Rp8 juta per tahun. “Jika UKT di bawah delapan juta, maka bantuannya sesuai UKT,” tambah Menik.

Saat ini, Peraturan Wali Kota terkait JPD tengah dalam proses harmonisasi. Nantinya, persyaratan pengajuan akan diperbarui, meliputi bukti terdaftar sebagai Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS), fotokopi kartu keluarga, surat keterangan aktif kuliah, transkrip nilai dengan IPK minimal 3,00 untuk mahasiswa swasta dan 2,75 untuk mahasiswa negeri, bukti pembayaran UKT, serta rekening aktif Bank BPD DIY.

img_title Pemkot Yogya dan Diwa Foundation Bedah Rumah, Prioritaskan Hunian Layak bagi Disabilitas

Menik menegaskan, JPD Perguruan Tinggi telah diberikan sejak 2010 dengan mekanisme yang terus menyesuaikan kondisi masyarakat. Bantuan ini tidak hanya meringankan biaya pendidikan, tetapi juga memberi motivasi bagi mahasiswa dari keluarga miskin untuk menyelesaikan studi.

Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana menjadi salah satu prioritas Pemkot Yogyakarta tahun 2026. Melalui JPD Perguruan Tinggi, pemerintah berharap setiap keluarga miskin memiliki kesempatan melahirkan lulusan sarjana, sehingga derajat pendidikan warga meningkat dan peluang kesejahteraan lebih terbuka.