Mahasiswa KKN UGM Hidupkan Semangat Belajar Sains Lewat Festival Roket Air
- Dok Humas UGM
REMBANG, VIVA Jogja - Suasana belajar di SD Negeri Demaan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berubah meriah ketika mahasiswa KKN-PPM UGM unit Gumilang Gunem menggelar Festival Roket Air pekan lalu.
Kegiatan ini menghadirkan cara baru mengenalkan sains kepada siswa melalui eksperimen langsung, mulai dari simulasi gunung meletus hingga peluncuran roket sederhana.
Koordinator kegiatan, Ananda Shabrina Putri Gunawan, menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk menghapus kesan sains sebagai pelajaran yang sulit dan kaku. “Kami ingin anak-anak belajar dengan mencoba sendiri, berani salah, lalu memperbaiki. Dari proses itu, rasa ingin tahu mereka tumbuh,” ungkapnya.
Di ruang kelas, eksperimen gunung meletus dengan botol plastik dan cairan berwarna memancing sorak gembira. Anak-anak antusias bertanya tentang reaksi kimia yang terjadi, bahkan mencoba mengubah takaran bahan untuk melihat hasil berbeda. Pendekatan ini, menurut Ananda, memberi kesempatan siswa memahami konsep ilmiah melalui pengalaman nyata.
Selain eksperimen, festival juga menghadirkan lomba cerdas cermat Matematika dan IPA. Suasana kompetisi membuat siswa bersemangat, saling memacu logika dan keberanian menjawab pertanyaan.
Puncak acara berlangsung di lapangan sekolah dengan peluncuran roket air. Botol bekas, pipa PVC, dan pompa sederhana dirakit bersama siswa sebelum roket dilepaskan ke udara. Anak-anak diajak memahami prinsip aksi-reaksi dalam fisika, sekaligus berdiskusi tentang faktor yang memengaruhi arah terbang roket.
Kepala SD Negeri Demaan menilai kegiatan ini memberi warna baru dalam pembelajaran. “Metode praktik dan kompetisi membuat siswa lebih berani bertanya serta menyampaikan pendapat,” ujarnya.
Dosen pembimbing lapangan, Dr. Sailal Arimi, M.Hum., turut mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam menghubungkan ilmu kampus dengan kebutuhan masyarakat. Selain festival, tim KKN juga menjalankan program pemetaan potensi desa, digitalisasi data, hingga pembuatan insinerator ramah lingkungan. “Harapannya, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi warga,” katanya.