Malam Budaya di Prambanan: Diplomasi Pariwisata Lewat Jamuan JITEX 2026
- jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Suasana hangat menyelimuti Amaranta Prambanan Yogyakarta pada Selasa malam. Hotel yang berdiri dengan latar megah Candi Prambanan itu menjadi tuan rumah bagi lebih dari seratus tamu internasional. Mereka adalah para buyer dari Malaysia, Singapura, dan Thailand yang hadir dalam rangkaian Jogja Istimewa Travel Exchange (JITEX) 2026.
Jamuan makan malam yang digelar bukan sekadar pertemuan bisnis. Malam itu, budaya Jawa tampil sebagai tuan rumah sejati. Tari Gambyong menyambut para tamu dengan gerak anggun penuh makna, sementara alunan musik keroncong mengisi udara dengan nuansa nostalgia. Para tamu internasional seakan diajak menyelami atmosfer khas Yogyakarta—sebuah pengalaman yang lebih dari sekadar transaksi pariwisata.
Di balik meja-meja buffet, aroma kuliner Nusantara berpadu dengan cita rasa Timur Tengah. Live cooking stall menghadirkan interaksi langsung antara chef dan tamu, menjadikan makan malam bukan hanya soal hidangan, tetapi juga pengalaman. “Kami ingin para tamu merasakan keberagaman rasa sekaligus kehangatan pelayanan khas Amaranta Prambanan,” ujar Gentur Aji, Food & Beverage Manager, yang malam itu memastikan setiap detail berjalan sempurna.
Tak berhenti pada jamuan, para buyer juga diajak berkeliling hotel. Tour singkat memperkenalkan konsep, fasilitas, dan keunggulan Amaranta Prambanan sebagai destinasi akomodasi sekaligus venue berkelas dengan panorama alam yang menenangkan. Bagi para tamu, pengalaman ini menjadi jendela untuk melihat bagaimana Yogyakarta menyiapkan diri sebagai destinasi yang siap bersaing di pasar internasional.
General Manager Amaranta Prambanan Yogyakarta, Firdha L. Agusta, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis yang bukan hanya memperkenalkan hotel, tetapi juga memperkuat citra Yogyakarta di mata dunia. “Kami merasa terhormat dipercaya menjamu buyer internasional. Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa Yogyakarta bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang pertemuan budaya, kuliner, dan keramahan yang otentik,” katanya.
Lebih jauh, keterlibatan media dalam acara ini juga dianggap penting. Bagi Firdha, kehadiran jurnalis bukan sekadar liputan, melainkan bagian dari kemitraan jangka panjang untuk memperkuat eksposur pariwisata Yogyakarta. “Kami percaya kolaborasi dengan media adalah jalan untuk membangun narasi bersama, agar Yogyakarta semakin dikenal sebagai destinasi yang istimewa,” tambahnya.