Pelajar Yogya Bergerak: Reresik Sekolah Jadi Wajah Nyata Gerakan Indonesia ASRI

Ilustrasi pelajar Yogya dalam gerakan Indonesia ASRI
Sumber :
  • bing image creatif

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Jumat Wage di Kota Yogyakarta kini bukan sekadar hari biasa. Sejak tahun lalu, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menjadikannya momentum untuk menggerakkan ribuan pelajar dalam kegiatan Reresik Sekolah. Program ini lahir sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rakornas bersama kepala daerah mengenai implementasi Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Pada Jumat, 6 Februari 2026, kegiatan Reresik Sekolah kembali digelar serentak di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMP, dengan pusat kegiatan di SMP Negeri 6 Yogyakarta. Tidak hanya membersihkan ruang kelas, taman, laboratorium, perpustakaan, dan kamar mandi, para pelajar juga diarahkan untuk memperluas aksi hingga ke lingkungan sekitar sekolah dengan radius 50 hingga 200 meter. Dengan demikian, gerakan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan internal sekolah, tetapi juga pada wajah lingkungan publik di sekitarnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kota Yogyakarta, Hasyim, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk nyata implementasi Gerakan Indonesia ASRI di sektor pendidikan. Ia berharap seluruh jenjang pendidikan, termasuk SMA, SMK, dan MA yang berada di bawah pembinaan Provinsi DIY, turut serta dalam aksi kerja bakti ini. Surat resmi telah dikirimkan ke dinas terkait agar kegiatan berjalan serentak dan melibatkan sebanyak mungkin pelajar.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Selain aksi bersih-bersih, Disdikpora juga menggelar Lomba Kebersihan Sekolah yang berlangsung hingga 16 Februari 2026. Penilaian dilakukan oleh tim juri dari berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup. Lomba ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan sekolah yang nyaman, indah, dan layak menjadi contoh bagi sekolah lain.

Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, menambahkan bahwa kegiatan Reresik Sekolah kali ini akan melibatkan sembilan sekolah di kawasan simpang empat Jetis. Setelah aksi bersih-bersih, para pelajar akan menampilkan panggung ekspresi di area Jetis sebagai wujud kreativitas sekaligus perayaan atas kepedulian mereka terhadap lingkungan. Menurut Mugi, sekitar lima ratus pelajar akan turun langsung membersihkan area publik di pinggir jalan, sementara sisanya fokus di kompleks sekolah masing-masing.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Pemkot Yogyakarta Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat INACRAFT Festival 2026