Gempa Pacitan Sebabkan Tiga Rumah Warga dan Satu Tempat Ibadah di Bantul Rusak
- bing image creatif
Bantul, VIVA Jogja - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang terjadi pada Jumat dini hari pukul 01.06 WIB dengan pusat gempa di selatan Pacitan, Jawa Timur, turut dirasakan kuat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Getaran gempa yang berpusat di koordinat 8,98 LS – 111,17 BT dengan kedalaman 10 kilometer itu menimbulkan kerusakan di Kabupaten Bantul. Hingga pukul 03.45 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat tiga rumah warga dan satu tempat ibadah mengalami kerusakan.
Kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di empat kapanewon, yakni Imogiri, Jetis, Pundong, dan Kasihan. Selain kerusakan fisik, gempa juga menyebabkan tujuh orang mengalami luka-luka. Tiga orang dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, tiga orang lainnya di RSUD Panembahan Senopati, sementara satu korban mendapat perawatan di fasilitas kesehatan lain.
BPBD Bantul bersama tim gabungan dari PMI Bantul, PSC 119, SRI Wilayah 3, rumah sakit, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan, serta warga setempat langsung melakukan penanganan darurat. Upaya yang dilakukan meliputi pendataan cepat di lokasi terdampak, pengamatan pasang surut air laut untuk mengantisipasi potensi tsunami, penanganan medis bagi korban luka, serta monitoring gempa susulan.
Komandan Pusdalops PB BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, saat dikonfirmasi di Bantul, Jumat, menyampaikan bahwa proses pendataan masih berlangsung dan data bersifat sementara. “Kami terus melakukan assessment di lapangan bersama tim gabungan. Fokus utama saat ini adalah penanganan korban luka dan memastikan tidak ada warga yang terjebak di lokasi terdampak. Kami juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau gempa susulan,” ujarnya.
Menurut BMKG, gempa tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Getaran gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah lain seperti Gunungkidul, Kulon Progo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, hingga Malang bagian selatan dengan intensitas mencapai skala IV MMI, yang berarti guncangan dirasakan banyak orang di dalam rumah dan beberapa barang pecah belah berguncang.
Bantul sendiri merupakan daerah yang rawan gempa karena berada dekat dengan zona subduksi selatan Jawa. Sejak gempa besar pada 27 Mei 2006 yang menewaskan lebih dari 5.700 orang, pemerintah daerah bersama masyarakat telah meningkatkan kesiapsiagaan melalui simulasi evakuasi dan penguatan bangunan. Meski gempa kali ini cukup kuat, hingga laporan terakhir tidak ada korban jiwa.