Sri Sultan HB X dan Wamen ATR Lepas 619 Taruna STPN, Tata Pertanahan Diperkuat
- Humas Pemda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Sebanyak 619 Taruna Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta resmi diberangkatkan ke berbagai daerah di Indonesia untuk menjalankan Kuliah Kerja Nyata Pertanahan – Praktik Tata Laksana Pertanahan Tematik. Penugasan ini menjadi langkah penting dalam memperbarui data pertanahan sekaligus mendampingi masyarakat menyelesaikan persoalan tanah di tingkat lokal.
Acara pelepasan berlangsung di kampus STPN Yogyakarta dengan kehadiran Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Keduanya menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan wujud nyata sinergi antara teknologi digital dan kearifan lokal.
Sri Sultan menegaskan bahwa pengelolaan tanah tidak boleh dipandang hanya sebagai urusan administrasi. Bagi beliau, praktik pertanahan adalah bagian dari laku memuliakan kehidupan. Taruna STPN diharapkan tidak berhenti pada teori di ruang kelas, melainkan hadir di tengah masyarakat untuk memperbaiki data, mendampingi pelayanan, dan membantu menyelesaikan masalah nyata. “Ilmu jangan berhenti sebagai pengetahuan, tetapi harus hadir sebagai manfaat,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pengabdian sesungguhnya dimulai ketika taruna berada di lapangan. Meski kerja mereka sering tidak terlihat, justru di situlah fondasi keadilan dan kepastian hukum dibangun. Karena itu, Sultan berpesan agar para taruna bekerja dengan hati, menjunjung kejujuran, menjaga etika, dan menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat.
Sementara itu, Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan menegaskan komitmen kementerian untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia pertanahan. Menurutnya, pengalaman lapangan membentuk aparatur yang matang, karena tanah bukan sekadar objek administrasi, melainkan ruang hidup manusia. Di Yogyakarta, taruna akan belajar langsung dari pengelolaan Tanah Kasultanan dan Tanah Pakualaman. “Kebijakan nasional harus berjalan selaras dengan sejarah dan budaya lokal. Ini pelajaran penting bagaimana administrasi modern berpadu dengan tata kelola tradisi,” jelas Ossy.
Ia juga menitipkan pesan agar taruna menjadikan lapangan sebagai guru terbaik, menjaga integritas dan karakter sebagai bekal kepemimpinan masa depan, serta menyadari bahwa data yang diperbarui adalah fondasi Sistem Pertanahan Nasional. Kerja mereka, tegasnya, merupakan bentuk kepercayaan besar dari negara.