Perkuat Pengembangan Industri Drone, Frogs Indonesia Gandeng Teknik Industri UAD
- jogja.viva.co.id/Cahyo PE
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia (Frogs Indonesia) menjalin kolaborasi strategis dengan Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk mendorong percepatan pengembangan industri drone nasional. Kerja sama antara Frogs Indonesia dengan Teknik Industri UAD ini menegaskan peran institusi pendidikan sebagai pemasok utama sumber daya manusia dan riset terapan bagi industri teknologi.
Kerjasama dua pihak ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di Laboratorium Kewirausahaan Teknik Industri UAD, Bantul, Rabu 4 Februari 2026 lalu. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Direktur Frogs Indonesia Asro Nasiri dan Ketua Program Studi Teknik Industri UAD Hapsoro Agung Jatmiko.
Dalam kerjasama ini, kedua pihak sepakat mengembangkan sejumlah program, antara lain desain kemasan (packaging) drone, penelitian terapan, serta program magang mahasiswa. Sinergi ini diarahkan untuk menghasilkan riset dan inovasi yang selaras dengan kebutuhan industri kedirgantaraan.
Direktur Frogs Indonesia Asro Nasiri mengatakan keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam mempercepat pertumbuhan industri di Indonesia khususnya di industri drone. “Kami melihat kampus memiliki peran besar untuk menyiapkan talenta dan riset. Mahasiswa magang diharapkan tidak hanya belajar, tetapi juga terlibat langsung dalam proyek yang berjalan, seperti pengembangan packaging drone dan riset yang relevan dengan kebutuhan perusahaan,” tutur Asro dalam keterangannya, Selasa 10 Februari 2026.
Asro membeberkan salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pembenahan skema magang agar memiliki durasi yang lebih panjang dan berdampak. Menurut Frogs Indonesia, magang jangka panjang memungkinkan mahasiswa memperoleh pemahaman menyeluruh terhadap proses industri sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan.
Sementara itu Ketua Program Studi Teknik Industri UAD Hapsoro Agung Jatmiko menjabarkan skema magang berkelanjutan ini juga dirancang untuk mendukung percepatan masa studi mahasiswa. "Topik Tugas Akhir (TA) akan diintegrasikan dengan proyek magang sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan kualitas riset yang aplikatif," papar Hapsoro.
Hapsoro menambahkan selain menyiapkan mahasiswa aktif, kerja sama ini juga membuka peluang karir bagi alumni Teknik Industri UAD. Dengan penyelarasan kurikulum dan standar kompetensi sejak masa magang, lulusan diharapkan siap berkontribusi langsung dalam pengembangan teknologi drone dan industri transportasi udara nasional.