Kota Yogyakarta Jajaki Kerja Sama dengan Kulonprogo untuk Jaga Stabilitas Pangan

Potensi produksi pangan Kulonprogo
Sumber :
  • Istimewa

KULONPROGO, VIVA Jogja -  Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kulonprogo sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga pangan. Rombongan meninjau Kelompok Tani Sido Dadi di pesisir Pantai Trisik serta Gapoktan Ngesti Raharjo di Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates, guna melihat langsung potensi produksi pangan yang dapat mendukung pasokan bagi Kota Yogyakarta.

img_title Urun Rembug Kulonprogo: Menyatukan Aspirasi Kalurahan dari Akar Rumput

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, menegaskan bahwa Kota Yogyakarta bukan daerah penghasil pangan sehingga sangat bergantung pada dukungan wilayah sekitar. “Kunjungan ini menjadi langkah awal membangun kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya dalam pengendalian inflasi,” ujarnya. Ia menambahkan, kedekatan geografis antara Kota Yogyakarta dan Kulonprogo menjadi keunggulan tersendiri untuk membangun kolaborasi yang efektif.

Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Sri Riswanti, menjelaskan bahwa pengendalian inflasi selama ini diperkuat melalui Kios Segoro Amarto dan Warung Mrantasi. Empat Kios Segoro Amarto berfungsi sebagai kios pantau pangan dengan harga sesuai HET, sementara 85 Warung Mrantasi melibatkan pedagang pasar sebagai ujung tombak pengendalian harga. Kerja sama dengan Gapoktan Kulonprogo, terutama untuk komoditas beras, dinilai penting untuk menjamin pasokan di pasar rakyat.

img_title Fajar Gegana Sesalkan Pemkab Kulonprogo Lepas Pengelolaan Eks Mandala Theatre Wates

Dari pihak Pemkab Kulonprogo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Sri Budi Utami, menyatakan kesiapan menindaklanjuti kerja sama tersebut. “Nota kesepahaman sudah ada, tinggal diperkuat dengan perjanjian teknis agar implementasi berjalan efektif,” katanya. Ia menekankan bahwa Kulonprogo memiliki posisi strategis sebagai daerah penghasil cabai penyangga nasional dan beras yang relatif surplus.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Trenggono Trimulyo, menambahkan bahwa semakin luas kerja sama perdagangan komoditas akan semakin membuka pasar dan berdampak positif bagi kesejahteraan petani. Ia menjelaskan bahwa Kulonprogo telah membangun sistem pasar lelang cabai, termasuk lelang digital, untuk memastikan perdagangan berjalan terbuka dan berkelanjutan. “Cabai pesisir Kulonprogo memiliki daya simpan lebih lama, warna merah menarik, tingkat kepedasan tinggi, serta residu pestisida rendah. Ke depan, produk ini akan kami daftarkan sebagai Indikasi Geografis,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Gedung Bekas Mandala Teater Wates Menanti Revitalisasi, Kulonprogo Siapkan Hibah Aset untuk Ruang Kreatif Baru