Pesta Retail 2026 di Prambanan: Sinergi Pemerintah dan Swasta Perkuat UMKM serta Toko Kelontong Nasional
- jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Komitmen memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta toko kelontong kembali ditegaskan dalam gelaran Pesta Retail 2026 yang diselenggarakan Sampoerna Retail Community (SRC) di pelataran Candi Prambanan, Rabu (11/02/2026) malam. Lebih dari 3.000 anggota SRC dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam ajang yang menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan pelaku usaha rakyat tersebut.
Direktur Bina Usaha Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Septo Soepriyatno, yang mewakili Menteri Perdagangan Budi Santoso, menyampaikan apresiasi atas kontribusi SRC dalam memperkuat ekosistem ritel tradisional nasional. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa toko kelontong merupakan tulang punggung perekonomian, dengan kontribusi lebih dari 98 persen terhadap ekosistem ritel di Indonesia.
Menurut Septo, dalam tiga tahun terakhir kolaborasi antara pemerintah dan SRC menunjukkan hasil nyata. Toko-toko kelontong yang tergabung dalam komunitas tersebut tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan ritel modern, tetapi juga tumbuh dan bertransformasi. “Pertumbuhan itu benar-benar dirasakan sahabat SRC di seluruh Indonesia. Ini bukti bahwa toko kelontong bisa bersaing sekaligus beradaptasi dengan perubahan,” ujarnya.
Septo juga menyampaikan sejumlah program strategis Kementerian Perdagangan. Pemerintah saat ini memperluas akses pasar ekspor melalui perjanjian dagang dengan Kanada dan Peru, sekaligus mendorong UMKM naik kelas melalui kegiatan business matching dan pitching. Sepanjang 2025, fasilitasi tersebut mencatatkan potensi transaksi hingga 135 juta dolar AS. Di sisi lain, gerakan Gaspol (Gerakan Kami Sepakai Lokal) terus digalakkan untuk memperkuat dominasi produk dalam negeri di pasar domestik, sekaligus membuka akses UMKM ke ritel modern dan pasar global.
Ia menambahkan, peran pedagang kelontong yang tergabung dalam SRC juga strategis dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok. Sinergi dengan BUMN seperti Bulog dan Telkom dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi rakyat. Bahkan, Septo memberi makna baru pada singkatan SRC sebagai “Sapa dan Senyum, Resik dan Rapi, serta Ceria”, yang mencerminkan karakter pelayanan dan semangat pelaku usaha di dalamnya.
Penguatan UMKM
Dukungan terhadap penguatan UMKM juga ditegaskan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam sambutannya, Sultan menekankan bahwa UMKM bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan fondasi kehidupan masyarakat. Toko kelontong dan warung, menurutnya, adalah simpul distribusi kebutuhan harian, penopang konsumsi rumah tangga, sekaligus pencipta lapangan kerja di tingkat kampung dan desa.