Ziarah Leluhur Awali Peringatan 271 Tahun DIY, Teguhkan Semangat Pengabdian dan Introspeksi
- Humas Pemda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Peringatan Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diawali dengan prosesi ziarah ke tiga kompleks pemakaman leluhur, yakni Astana Kotagede, Astana Pajimatan Imogiri, dan Astana Girigondo, Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan hari jadi sekaligus refleksi atas perjalanan panjang sejarah berdirinya Yogyakarta.
Dalam suasana hening, jajaran Pemerintah Daerah DIY menapaki area pemakaman para pendiri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Doa-doa dipanjatkan dan bunga ditaburkan sebagai simbol penghormatan atas jasa, kepemimpinan, serta pengabdian para leluhur yang meletakkan fondasi pemerintahan Yogyakarta.
Ziarah diikuti Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda DIY, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), juru kunci makam, serta sejumlah tamu undangan. Prosesi diawali dengan pembacaan sambutan Sekretaris Daerah DIY, dilanjutkan doa bersama dan tabur bunga.
Sambutan Sekda DIY dibacakan Asisten Bidang Administrasi Umum Setda DIY, Srie Nurkyatsiwi. Ia menyampaikan bahwa ziarah bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat rasa memiliki, kesetiaan, dan tanggung jawab terhadap warisan sejarah Kasultanan dan Kadipaten sebagai cikal bakal pemerintahan DIY.
Menurutnya, sejarah berdirinya Yogyakarta tidak lepas dari perjuangan panjang Pangeran Mangkubumi melawan VOC yang berujung pada Perjanjian Giyanti tahun 1755. Perjanjian tersebut menandai lahirnya Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat pada 13 Maret 1755, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi DIY.
Semangat pengabdian itu berlanjut pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia ketika Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII menyatakan dukungan penuh kepada Republik. Sikap loro-lorone atunggal menjadi tonggak penting yang mempertegas keberpihakan Yogyakarta kepada bangsa dan negara.
“Nilai keberanian, kepemimpinan, dan pengabdian para pendahulu menjadi teladan dalam membangun Yogyakarta hari ini dan masa depan. Kami juga berterima kasih kepada Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman atas perkenan dan dukungannya sehingga ziarah dapat terlaksana dengan lancar,” ujar Srie Nurkyatsiwi saat prosesi di Astana Girigondo, Kulonprogo.
Sebagai Ketua Panitia Hari Jadi ke-271 DIY, ia menjelaskan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”. Tema tersebut mengandung makna ajakan untuk mawas diri, melangkah dengan terarah, serta memastikan setiap gerak pembangunan berjalan terukur dan bertanggung jawab, berlandaskan sejarah, budaya, dan kearifan lokal.