Pendekatan Agama Dinilai Efektif Bangun Kesadaran Lingkungan Warga Kota
- Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Peringatan Harlah ke-100 Masehi Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar oleh PCNU Kota Yogyakarta, menjadi momentum refleksi peran agama dalam kehidupan sosial. Acara istighosah dan pengajian tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama ribuan jamaah.
Dalam sambutannya, Hasto menegaskan bahwa NU selama satu abad telah menjadi kekuatan moral bangsa, menjaga harmoni sosial, toleransi, dan kebangsaan. Ia menekankan bahwa pendekatan keagamaan terbukti efektif dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk kepedulian terhadap lingkungan. “Melalui dakwah dan pengajian, kesadaran warga untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kebersamaan dapat tumbuh lebih kuat,” ujarnya.
Hasto mengungkapkan, tantangan perkotaan saat ini tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah pengelolaan sampah. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, volume sampah rumah tangga mencapai rata-rata 350 ton per hari pada 2025, dengan tingkat daur ulang baru sekitar 18 persen. “Ini tidak bisa hanya ditangani pemerintah, perlu dukungan semua pihak, termasuk tokoh agama,” tegasnya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta, Yazid Afandi, menambahkan bahwa peringatan satu abad NU menjadi momentum penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput. Program kaderisasi akan terus digalakkan agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami ingin NU hadir tidak hanya dalam ranah keagamaan, tetapi juga sosial, budaya, dan lingkungan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang memfasilitasi kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara ulama dan pemerintah menjadi kunci menjaga harmoni sosial di tengah dinamika perkotaan. “NU akan terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan peduli lingkungan,” tutupnya.