Kolaborasi Pemkot Yogyakarta dan CSR, Renovasi RTLH Demi Hunian Sehat untuk Warga
- Dok Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali melaksanakan program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bentuk komitmen menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pada tahap awal tahun 2026 ini, tiga rumah warga menjadi sasaran perbaikan, masing-masing di Kampung Tukangan, Kemantren Danurejan, serta Kampung Miliran, Kemantren Umbulharjo.
Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turun langsung meninjau proses renovasi. Dua rumah yang diperbaiki berada di wilayah Danurejan milik Rachmat Indrawanto dan Hery Cahyadi, sementara satu rumah lainnya berada di Umbulharjo. Ketiga bangunan sebelumnya masuk kategori RTLH karena mengalami kerusakan pada atap, dinding, lantai, serta minim fasilitas sanitasi. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan penghuni.
Dukungan CSR untuk Program Bedah Rumah
Program bedah rumah ini terlaksana berkat dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Rumah Zakat dan Pamela Swalayan. Masing-masing rumah memperoleh bantuan Rp20 juta yang difokuskan untuk perbaikan struktur utama bangunan serta penyediaan sarana sanitasi dasar agar memenuhi standar kesehatan lingkungan.
Menurut Hasto Wardoyo, kualitas hunian memiliki dampak langsung terhadap kesehatan keluarga, produktivitas, hingga kualitas hidup masyarakat. “Program renovasi RTLH adalah bentuk intervensi konkret pemerintah dalam menjawab kebutuhan mendasar warga,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta melalui skema CSR untuk memperluas jangkauan program, mengingat keterbatasan anggaran daerah.
Target Renovasi 200 Unit di Tahun 2026
Untuk tahun 2026, Pemkot Yogyakarta menargetkan sedikitnya 200 rumah tidak layak huni dapat direnovasi. Target tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah serta dukungan mitra CSR. Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, jumlah RTLH di Kota Yogyakarta masih mencapai lebih dari 1.200 unit. Dengan target renovasi 200 rumah, diharapkan angka RTLH dapat berkurang signifikan setiap tahunnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong keterlibatan komunitas lokal dalam proses renovasi, baik melalui gotong royong maupun dukungan material. Skema ini diharapkan memperkuat rasa kepedulian sosial dan mempercepat penyelesaian program.
Testimoni Penerima Manfaat
Salah satu penerima manfaat, Rachmat Indrawanto, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menuturkan kondisi rumahnya sebelumnya kerap bocor saat hujan dan mulai mengalami kerusakan di beberapa bagian. “Sekarang rumah saya lebih aman dan nyaman untuk keluarga. Saya berterima kasih kepada Pemkot Yogyakarta dan semua pihak yang membantu,” ujarnya.