Sidang Hibah Pariwisata: Ahli Forensik Pastikan Harda Kiswaya Tak Tercatat di Grup WA

Sidang lanjutan kasus dana hibah pariwisata Sleman
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja   Persidangan kasus dugaan korupsi hibah pariwisata Kabupaten Sleman kembali membuka fakta baru yang menarik perhatian publik. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta, Jumat (20/02/2026), saksi ahli digital forensik dari Kejaksaan Agung, Deni Sulistyantoro, memaparkan hasil pemeriksaan telepon genggam sejumlah pihak yang terlibat dalam perkara ini. Dari hasil analisis, terungkap adanya komunikasi intensif antara Raudi Akmal, putra terdakwa Sri Purnomo, dengan Nyoman Rai Savitri, pejabat Dinas Pariwisata Sleman. Namun, nama Harda Kiswaya, mantan Sekretaris Daerah yang kini menjabat Bupati Sleman, dipastikan tidak tercatat dalam grup WhatsApp bernama “Koordinator Desk Hibah”.

img_title Kasus Sumpah Palsu Hibah Pariwisata Sleman Resmi Disidik Polresta Sleman

Dalam keterangannya, Deni menjelaskan bahwa percakapan antara Raudi Akmal dan Nyoman berlangsung sejak 12 Januari 2020 hingga 29 September 2022. Nyoman saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang SDM dan Usaha Pariwisata Dispar Sleman. Percakapan tersebut terungkap setelah tim forensik melakukan pemeriksaan terhadap telepon pintar milik Nyoman dan Karunia Anas Hidayat, orang dekat Raudi Akmal. “Percakapan dimulai sejak Januari 2020 dan berlanjut hingga September 2022. Semua data kami peroleh melalui tahapan digital forensik yang meliputi reservasi, akuisisi, eksaminasi, dan ekstraksi,” jelas Deni di hadapan majelis hakim yang dipimpin Melinda Aritonang.

Deni kemudian memaparkan bahwa proses digital forensik dilakukan secara sistematis. Data yang diperoleh dianalisis dan dituangkan dalam laporan umum serta laporan akhir. Dari hasil analisis, ditemukan komunikasi tidak hanya antara Raudi Akmal dan Nyoman, tetapi juga dengan sejumlah pejabat lain di lingkungan Pemkab Sleman. Nama-nama yang muncul antara lain Hendra Adi Riyanto, yang saat itu menjabat Kepala Subbagian Perundang-undangan Setda Sleman; Emi Retnosasi, eks Kabag Perekonomian Setda Sleman; Kus Endarto selaku Pejabat Pembuat Komitmen; Eka Priastana, eks Sekretaris Dispar Sleman; serta Suci Iriani Sinuraya, Plt Kepala Dispar Sleman periode 2020–2021.

img_title Jembatan Berjo Kidul–Berjo Kulon Jadi Simbol Gotong Royong Warga Sidoluhur

Selain komunikasi personal, tim forensik juga menemukan grup WhatsApp bernama “Koordinator Desk Hibah”. Grup ini dibentuk pada 26 November 2020 pukul 22.35 WIB dan aktif hingga 17 Desember 2024. Selama empat tahun, tercatat sekitar 4.000 halaman percakapan. Salah satu percakapan awal yang terekam adalah pesan dari Suci Iriani pada 4 Desember 2020 yang berbunyi, “DPP Telp dan WA dari PDIP, mohon info.” Pesan tersebut kemudian ditanggapi oleh Eka Priastana dengan komentar terkait Peraturan Bupati mengenai hibah pariwisata. Menurut Deni, meski tidak semua percakapan diambil sejak awal grup dibentuk, keseluruhan hasil komunikasi sudah diserahkan kepada penyidik.

Halaman Selanjutnya
img_title